Breaking News:

Kupi Beungoh

Inovasi dan Digitalisasi Demi Pendidikan Aceh

Kewajiban meningkatkan mutu pendidikan Aceh menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Aceh, dunia kampus, orang tua, masyarakat

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/Handover
Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Kepala BKPSDM Pidie/ Alumni Lemhannas RI/ Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Aceh tahun 2017-2018) 

Saya sering memperhatikan anak-anak sekarang sangat lihai bermain game di HP dan memecahkan berbagai tantangan rumit melalui game yang dapat diakses secara mudah dan gratis.

Tetapi anehnya banyak siswa masih membenci pelajaran matematika, padahal pelajaran matematika tidak lebih rumit dari game yang dimainkan oleh anak.

Ini menjadi bahan evaluasi bagi semua, bahwa jika disajikan dengan cara yang interaktif dan komunikatif, anak-anak dapat memecahkan berbagai tantangan, sudah saatnya guru memahami gaya berfikir anak yang beda zaman dengannya, harus diperbanyak cara mengajar yang mengakomodir kebutuhan anak daripada kebutuhan guru.

Dalam hal ini digitalisasi menjadi salah satu solusi, karena anak-anak yang memang sudah mengenal teknologi sejak lahir akan sangat mudah menjangkau berbagai hal yang ada di ranah digital.

Anak millenial dikenal aktif di dunia maya, terhubung sesama mereka di ranah digital, yang sebagian aplikasi tersebut jarang diakses oleh orang tua atau guru.

Maka tidak heran jika informasi yang diterima oleh siswa bisa lebih uptodate daripada informasi yang didapati oleh guru.

Baca juga: Biaya Hidup Tinggi, Penghasilan tak Mencukupi,1 Keluarga Kurang Mampu asal Aceh Pilih Pulang Kampung

Para siswa bisa saja berkumpul di dunia maya, yang berbeda dengan guru, bisa saja mereka mengkritik guru yang dianggap masih jadul di komunitas mereka, hanya saja mereka tidak berani ungkapkan di ruang kelas karena takut diberikan nilai buruk.

Ini mengindikasikan bahwa sebenarnya para siswa sangat siap memasuki era digitalisasi, jangan-jangan kita yang belum siap menerimanya.

Tetapi zaman tidak akan mundur ke belakang, semakin ke depan kebutuhan digitalisasi semakin kuat, dan kita tidak bisa mengelaknya.

Inovasi atau mati

Teknologi berkembang dengan pesat, yang akan memaksa manusia berubah. Perubahan yang seolah tidak berujung mengakibatkan terjadinya disrupsi.

Disrupsi bisa menjadi masalah sekaligus berkah. Masalah bagi yang tidak ber inovasi dan berkah bagi yang siap beradaptasi. Dalam hal ini inovasi atau mati.

Kita masih ingat merek Nokia yang menguasai pasar HP dunia, tetapi kini tak berdaya.

Dulu semua urusan harus pakai foto yang dihasilkan dengan mencetak film, kini anak usia 20-an tahun tidak kenal lagi merek Kodak.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved