Breaking News:

Kupi Beungoh

Inovasi dan Digitalisasi Demi Pendidikan Aceh

Kewajiban meningkatkan mutu pendidikan Aceh menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Aceh, dunia kampus, orang tua, masyarakat

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/Handover
Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Kepala BKPSDM Pidie/ Alumni Lemhannas RI/ Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Aceh tahun 2017-2018) 

Secara global dari 500 Perusahaan teratas di dunia yang terdaftar di Fortune 500 pada 1955, hanya 52 perusahaan yang bertahan di daftar yang sama pada tahun 2020, penyebabnya adalah karena inovasi.

Baca juga: Kreatif, Warga Bireuen Ciptakan Produk Pengadaan Air Bersih Ruda Gisa, Tanpa BBM dan Listrik

Menyikapi hal itu Presiden Jokowi menjelaskan pentingnya inovasi di dalam pendidikan.

”Hampir dua tahun dalam selubung pandemi, dunia pendidikan kita tetap berjalan berkat inovasi, kreativitas, dan dedikasi para guru mengawal pendidikan generasi muda.

Kini, seraya bekerja keras mengakhiri pandemi ini, mari bergandeng tangan untuk bersama memulihkan pendidikan,” ujar Presiden Jokowi di laman media sosial pribadinya, Kamis (25/11/2021).

Dalam kesempatan berbeda Presiden Jokowi mengatakan, bahwa sistem pendidikan nasional harus unggul dalam inovasi dan teknologi.

Menurutnya, teknologi menjadi poin penting dalam transformasi kemajuan negara.

"Saya ingin semua platform teknologi harus mendukung transformasi kemajuan bangsa," kata Jokowi dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI 2020 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2020.

Menurutnya, transformasi dapat terwujud dengan melakukan prosedur kerja yang cerdas dan ringkas. Prosedur kerja harus berorientasi pada hasil, dan pola pikir serta etos kerja Indonesia harus berubah.

“Dalam dunia seperti ini kunci untuk bertahan hidup dan memenangkan persaingan serta mencapai kemajuan terletak pada kekuatan sumber daya manusia.

Karena itu kita harus berani melakukan lompatan-lompatan dalam dunia pendidikan sehingga lahir sumber daya manusia yang memiliki etos kerja, kreativitas, dan inovasi yang tinggi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutannya pada Konferensi Forum Rektor Indonesia Tahun 2017, Kamis (2/2/2017) lalu.

Baca juga: Inilah Manfaat Minum Air Serai Sebelum Tidur Kata dr Zaidul Akbar

Selain itu, dunia pendidikan juga diharapkan Presiden untuk dapat beradaptasi dengan perubahan dunia yang sedemikian cepatnya.

Termasuk salah satu di antara adaptasi itu ialah kemauan dan keberanian untuk mengubah hal-hal yang berkaitan dengan jurusan maupun materi pengajaran.

Jokowi meminta untuk menyiapkan sumber daya manusia yang produktif, inovatif dan berdaya saing global dengan tetap mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Kemudian berakhlak mulia, dan menjaga jati diri budaya bangsa. Hal itu diungkap Jokowi dalam pidato kenegaraan RAPBN 2023 dan Nota Keuangannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022) lalu.

Inovasi adalah ruang ekspresi tanpa batas, untuk itu semua elemen bangsa memiliki peluang besar untuk berkreasi dan improvisasi demi kemajuan pendidikan Aceh.

Untuk itu diperlukan kolaborasi seluruh stakeholders, bersanding dan bergandengan tangan, saling mendukung, tanpa harus saling menyalahkan satu sama lain.

*) PENULIS adalah Kepala BKPSDM Pidie/ Alumni Lemhannas RI/ Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Aceh tahun 2017-2018)

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca  Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved