Breaking News:

Internasional

Amnesty International Desak PBB Selidiki Tindakan Keras Pasukan Keamanan Iran ke Demonstran

Amnesty International mendesak para pemimpin di Majelis Umum PBB menyelidiki kekerasan di Iran setelah kematian Mahsa Amini.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Demonstran membakar ban bekas di jalan di ibukota Teheran untuk memprotes kematian Mahsa Amini di tangan polisi moral Iran, Rabu (21/9/2022). 

Dia menambahkan mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan di bawah hukum internasional tidak akan dibiarkan begitu saja.

Amnesty mengumpulkan laporan saksi mata dan menganalisis video protes.

Temuannya menunjukkan pasukan keamanan menggunakan tembakan burung dan peluru lainnya terhadap pengunjuk rasa damai dalam eskalasi kekerasan yang dramatis.

Satu sumber mengatakan kepada Amnesty bahwa selama putaran pertama protes pada 16 September 2022, pasukan keamanan di Saqqez melepaskan tembakan ke Nachirvan Maroufi (18).

Sehingga, dia kehilangan penglihatan di mata kanannya.

Seorang pria lain, Parsa Sehat (22) kehilangan penglihatan di kedua matanya setelah kejadian serupa.

“Polisi anti huru hara berulang kali menembak ke arah orang-orang dari jarak sekitar 100 meter,” kata seorang sumber dari kota Kamyaran.

Baca juga: Garda Revolusi Iran Tuduh Asing Dalang Kerusuhan, Empat Demonstran Ditembak Mati di Kurdistan

“Saya sendiri menyaksikan setidaknya 10 hingga 20 orang ditembak dengan pelet logam, kebanyakan dari mereka terluka di punggung saat melarikan diri," tambahnya.

Sebuah sumber yang berbasis di kota Mahabad mengatakan pasukan keamanan menembakkan senjata yang diisi dengan pelet logam.

Seringkali dari jarak sekitar 20 hingga 30 meter. dan secara khusus menargetkan kepala demonstran.

Banyak pengunjuk rasa yang terluka dalam kekerasan diyakini menghindari perawatan di rumah sakit sebagai akibat dari ketakutan akan pembalasan oleh otoritas negara, Amnesty memperingatkan.

Selama putaran protes selanjutnya pada 19 September 2022, pasukan keamanan dengan keras menangkap ratusan demonstran di kota-kota di seluruh Iran barat.

Puluhan pengunjuk rasa yang ditangkap di Kamyaran terlihat dengan kepala retak, anggota badan dan tubuh berlumuran darah, kata satu sumber.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved