Breaking News:

Jurnalisme Warga

Mandi Safar, Upacara Nasional Masa Kesultanan Aceh

Tradisi mandi Safar pada hari Rabu terakhir (uroe Rabu habeh) di bulan Safar (buleuen Safa), nyaris sama sekali tak lagi dipraktikkan oleh masyarakat

Editor: bakri
Mandi Safar, Upacara Nasional Masa Kesultanan Aceh
IST
T.A. SAKTI,  Pensiunan dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Gampong Bucue, Kecamatan Sakti, Pidie

Khusus bagi upacara mandi Safar yang akan diikuti Sultan Aceh, persiapannya sudah dilakukan panitia khusus sejak dua bulan sebelum hari H-nya.

Dalam hal ini, panitia yang dipimpin menteri yang bergelar Syahbandar Muktabar Khan sudah mulai bekerja sejak bulan Haji- Zulhijah-Muharam hingga Safar.

Salah satu tugas dari panitia ini adalah membangun ‘Istana Mini’ di tepi laut tempat Sultan Aceh bersemanyam.

Dengan kendaraan gajah, pada hari ‘H’, maka diaraklah Sultan Aceh dengan penuh kebesaran; mulai dari Istana Darud Dunia sampai ke Istana Mini di pinggir pantai itu.

Maka, upacara manoe Rabu habeh pun berlangsung dengan meriah, megah, dan sekaligus penuh misteri.

Pada hari H yang sama, di berbagai penjuru Kerajaan Aceh Darussalam, rakyat Aceh; tua muda, serta anak-anak berduyun-duyun berjalan kaki menuju sungai dan tepi laut untuk melaksanakan ritual mandi Safar dengan penuh khidmat.

Sekarang, di saat tradisi mandi Safar sudah musnah ditelan zaman, kiranya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh perlu “mengenangnya”, paling kurang untuk diperlombakan pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VIII tahun 2023 nanti.

Insyaallah. (t.abdullahsakti@ gmail.com)

Baca juga: Pugar Makam Sultan Aceh,Terima Kasih Pak Anies

Baca juga: Cerita Cucu Sultan Aceh Mencari Jejak Saudara-saudaranya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved