Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Sengkarut Dana Desa, Ratusan Keuchik Curhat ke Pj Bupati Aceh Singkil, dari BLT hingga Bimtek

"Orang miskin berada di desa. Sehingga selain melalui APBK, juga harus didukung oleh APBDes," kata Marthunis.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Pj Bupati Aceh Singkil, Marthunis menggelar rapat koordinasi dengan ratusan kepala desa di kabupaten tersebut, Senin (26/9/2022). 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Singkil, Marthunis berkomitmen untuk membenahi manajemen pengelolaan dana desa

Tujuannya agar dana desa dibahas tepat waktu, tepat sasaran, dan singkron dengan program APBK, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terutama dalam mengentaskan kemiskinan yang terus menggurita di Aceh Singkil.

Marthunis memasang target angka kemiskinan dapat turun 2 persen dari sekitar 20 persen menjadi 18 persen.

Berdasarkan target tersebut, maka setahun harus mengentaskan kemiskinan sebanyak 1.800 orang dengan syarat tidak ada penambahan orang miskin. 

"Orang miskin berada di desa. Sehingga selain melalui APBK, juga harus didukung oleh APBDes," kata Marthunis.

Baca juga: Aceh Besar Sudah Terima Rp 3 Triliun, Delapan Tahun Program Dana Desa

Sedangkan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2023, Marthunis menargetkan selesai Desember 2022. Sehingga Januari 2023 sudah bisa dicairkan.

Ia lantas mengumpul ratusan keuchik untuk berdiskusi bersama saling tukar pemikiran di ruang pertemuan Setdakab Aceh Singkil di Pulo Sarok, Singkil, Senin (26/9/2022).

Pertemuan tersebut bertajuk rapat koordinasi tentang penyelesaian percepatan tindak lanjut terhadap laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Aceh Singkil tahun 2015-2022, implementasi aplikasi Siswaskeudes berbatuan komputer dan sosialisasi instruksi Bupati Aceh Singkil terkait percepatan penyusunan APBDes tahun 2023. 

Marthunis menyebut, pertemuan tersebut sebagai forum para pemimpin.

Sebagai Pj Bupati, ia merupakan pemimpin tingkat kabupaten, sedangkan keuchik merupakan pemimpin tingkat desa. 

Sebagai sesama pemimpin, Marthunis menyebut keuchik sebagai patner dirinya. Sehingga harus berkolaborasi satu arah dan satu tujuan.

Baca juga: GeMPAR Aceh: Kekurangan Gaji Perangkat Desa di Aceh Timur Bisa Dibayar Melalui Dana Desa

Marthunis kemudian mempersilahkan keuchik sampaikan setiap permasalahan dan kritik.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved