Jurnalisme Warga
Secuil Kisah tentang RSUD Tgk Abdullah Syafii
Saat awal pembangunan, terjadi beberapa kendala, intimidasi, dan ancaman karena saat pelaksanaan situasi dan kondisi daerah masih dilanda konflik

Pernah bernama RSU Beureunuen, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), dan terakhir RSU Tgk Abdullah Syafi’i.
Sejak 2019, RS ini pun menjadi badan layanan umum daerah (BLUD).
Alhamdulillah, RS ini sudah terakreditasi jadi BLUD tipe C.
Baca juga: Pelayanan Poli RSUD Simeulue Lumpuh Akibat Dokter Mogok Kerja
Perkembangannya sangat pesat, SDM, dan aneka fasilitasnya pun lumayan memadai dan membanggakan, bahkan telah menjadi rujukan beberapa puskesmas.
Dalam proses pembangunan dan perkembangan RS ini tentunya tidak bisa kita lupakan peran sejumlah pihak, seperti Kadinkes dr Abdul Hamid MSi, drg Mohd Riza Faisal MARS, DPRK Pidie, dan sejumlah pihak lainnya.
Termasuk sejumlah direktur yang pernah memimpin rumah sakit tersebut: dr Fahrul, dr Subkhan, dr Elfina Rahmi, dr Firman, Basri SKM, dr Kamaruzzaman MKes, dan dr Aci Erfia.
Semoga reportase ini bisa menambah lengkap khazanah literasi sejarah pembangunan Rumah Sakit BLUD Tgk Abdullah Syafiie yang kita bangggakan, juga sebagai bentuk penghormatan bagi yang berhak. (zulladasicupak@gmail.com)
Baca juga: RSUD Meuraxa Miliki 4 Dokter Spesialis Baru, Direktur: Demi Pelayanan yang Prima Terhadap Pasien
Baca juga: Ketua AJI Bireuen Umaruddin Sakit, Dirawat di RSUD dr Fauziah