Opini
Urgensi Penelitian Ganja di Aceh
Legalisasi penggunaan ganja medis tanpa disertai adanya bukti ilmiah dari pemanfaatan ganja medis yang pernah dilakukan di Indonesia
Orang yang mengisapnya akan cepat fly karena mengandung zat adiktif yang tinggi.
Harga di pasaran dunia terbilang sangat mahal (Cnbcindonesia.com, 30/12/2020).
Pada esensinya sesuatu yang sangat berbahaya adalah sesuatu yang sangat bermanfaat.
Mengandung potensi yang luar biasa, mengapa tidak dimanfaatkan.
Ganja sebagai barang haram dan menakutkan harus mampu kita “jinakkan.
Baca juga: Kontroversi Ganja, Profesor dari Aceh Sebut Ganja Bisa Obati 30 Penyakit, Dari Virus hingga Kanker
” Untuk dapat menjinakkannya maka kita harus mempelajari dengan sungguh- sungguh.
Jika sudah kita pelajari maka akan mudah menjinakkannya.
Karena pengendalian terhadap sesuatu bisa kita lakukan atau capai ketika kita tahu persis sesuatu itu apa.
Maka usaha penyelidikan harus diselesaikan sampai tuntas.
Penelitian akan memperlihatkan manfaat dari benda yang ditakuti dan kalau diatur dengan tepat maka bencana yang ditakutkan dapat dicegah.
Hasilnya tidak boleh digunakan untuk sembarang orang dan sembarang tujuan.
Dan itu berlaku untuk ilmu apa saja.
Ia hanya dapat digunakan oleh orang yang tepat dengan tujuan yang tepat, seperti kepentingan medis atau industri.
Dengan harapan dibangunnya Balai Penelitian Ganja di Aceh, ke depannya melalui penelitian sangat mungkin persentase THC yang tinggi dapat dikurangi.
Kualitas ganja terbaik di dunia bukan sesuatu yang perlu ditakuti tapi justru perlu disyukuri sebagai anugerah Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/teuku-cut-mahmud-aziz-fil-ma-dosen-prodi-hubungan-internasional-fisip-universitas-almuslim.jpg)