Kamis, 16 April 2026

Jurnalisme Warga

Wapres dan Menag Perkokoh Penyuluh Agama tentang Isu Stunting

Menag berharap program ini disinergikan dengan berbagai elemen, sebagai kontribusi bersama menurunkan angka stunting

Editor: bakri
IST
AMIRUDDIN (Abu Teuming), Penyuluh Agama Islam pada Kuakec Krueng Barona Jaya, Penyuluh Informasi Publik Kemkominfo RI, dan Wakil Koordinator FAMe, melaporkan dari Aceh Besar 

Tampaknya, Wapres ingin memberikan info penting bahwa survei global 2021 menempatkan Indonesia peringkat tujuh paling religus di antara 148 negara.

Bagi mayoritas penduduk Indonesia, agama menjadi kompas dan tujuan hidup sehingga dipraktikkan dalam keseharian.

Kondisi tersebut membuat Ma’ruf Amin optimis dan menitip harapan pada penyuluh agama agar menjadikan karakteristik ini sebagai peluang karena keberadaan penyuluh sebagai tokoh agama sangatlah strategis.

Wakil Presiden percaya, PAI penyampai nilai dan pesan keagamaan di masyarakat, sekaligus sumber ilmu (mamba’ul ulum), pendidik (murabbi), penggerak, dan teladan bagi umat.

Menurutnya, jihad bisa dilakukan melalui berbagai cara untuk menyampaikan kebaikan.

Baca juga: Angka Stunting di Aceh Jaya Masih Sebanyak 12,5 Persen

Intinya, menyampaikan suatu yang bermanfaat dan menghilangkan mudarat, itu juga dimaknai jihad.

Karenanya, Ma’ruf Amin memastikan stunting kondisi mudarat yang harus dicegah.

Upaya penurunan stunting, selaras dengan pesan agama.

Seperti termaktub dalam Surah An-Nisa ayat 9; Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.

Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Lemah itu artinya sangat luas.

Jika kesehatan dan pendidikan lemah, maka sangat rentan stunting berdampak pada ekonomi dan dampak kronis kesahatan.

Dalam bahasa lain, stunting bisa jadi malapetaka bila tidak dihindari.

Gaya penyampaian sambutan Wapres terlihat santai, tanpa fokus ke teks pidato, tapi sangat menguasai materi.

Bahkan, ia tampak seperti guru yang mengajarkan narasi kitab kuning dan penjelasan kepada murid.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved