Kamis, 16 April 2026

Jurnalisme Warga

Wapres dan Menag Perkokoh Penyuluh Agama tentang Isu Stunting

Menag berharap program ini disinergikan dengan berbagai elemen, sebagai kontribusi bersama menurunkan angka stunting

Editor: bakri
IST
AMIRUDDIN (Abu Teuming), Penyuluh Agama Islam pada Kuakec Krueng Barona Jaya, Penyuluh Informasi Publik Kemkominfo RI, dan Wakil Koordinator FAMe, melaporkan dari Aceh Besar 

Ma’ruf Amin menitip pesan, cara cegah stunting.

Baca juga: BKKBN Perkuat Penanganan Stunting

Pertama, mengajak masyarakat hidup bersih.

Nabi telah berpesan; Sesungguhnya Allah Swt itu suci dan menyukai hal-hal yang suci, Dia Mahabersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Mahaindah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.

Kedua, Wapres mengajak makan makanan bergizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, termasuk bayi usia dua tahun.

Ini menjadi kunci pertumbuhan fisik agar terhindar dari stunting.

Lagi, Wapres menegaskan bahwa ini juga perintah Allah secara umum.

Ia mengutip Surah Al-Baqarah ayat 168; seyogianya manusia makan yang halal lagi baik.

Wapres mengajak peserta memahami kandungan ayat di atas, baik itu berarti pula bergizi, sehat, dan membawa manfaat.

Bukan sekadar enak, tapi sehat yang tidak membahayakan konsumen.

Ketiga, berikan pengasuhan yang baik bagi anak.

Ayah dan ibu perlu mengasuh anak lahir dan batin.

Asuhan keluarga menjadi dasar pembentuk karakter masa depan anak Indonesia.

Ingat, semua anak dilahirkan dalam keadaan bersih, jadi sangat tergantung pola pengusahan orang tua.

“Jangan anggap stunting itu takdir, tetapi harus ada upaya orang tua mencukupkan asupan gizi anak dan membudayakan pola hidup sehat,” tegasnya.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Deteksi Dini dan Cegah Stunting di Alue Naga

Wapres mengutip perkataan Syekh Nawawi Banten, tawakal dan sebab tidak saling menegasi, karena keduanya beda tempat.

Tawakal berada dalam hati, sedangkan sebab dalam otak.

Ini menandakan, orang tua perlu usaha memberikan gizi melalui air susu yang Allah karuniakan.

Ulama sepakat, pentingnya memberikan ASI bagi anak supaya tidak lemas, yaitu susu pertama (kolostrum) yang keluar saat melahirkan.

Wapres mengutip ungkapan Syekh Nawawi Banten, wajib menyiapkan diri dari segala kemungkinan bahaya yang akan terjadi.

Jadi, upaya menurunkan stunting sangat mulia dan masuk dalam tujuan syariat (maqasid syariah), utamanya menjaga jiwa dan akal.

Orang stunting kurang sehat akalnya, bahkan cenderung lemah intelligence quotient (IQ)-nya.

Terkahir, Wapres meminta penyuluh agama mengajak masyarakat dengan bijaksana, hikmah, dan santun.

Intinya, memanfaatkan pendekataan keagamaan yang mudah dipahami agar misi dakwah berhasil.(abu.teuming01@gmail.com)

Baca juga: Dinkes Banda Aceh Gelar Pertemuan Validasi Data Stunting

Baca juga: Abdya Gelar Rembuk Stunting, Pj Bupati: Tradisi Jok Bu Bidan Bagian dari Upaya Pencegahan Stunting

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved