Salam
Gratis, Obat untuk Gagal Ginjal Akut!
Pemerintah sudah mengeluarkan dua pengumuman penting terkait serangan gagal ginjal akut pada anak-anak di negeri ini
Pemerintah sudah mengeluarkan dua pengumuman penting terkait serangan gagal ginjal akut pada anak-anak di negeri ini.
Pertama, obat untuk penyakit itu sudah tersedia dan disuntik secara gratis kepada pasien.
Kedua, BPOM juga sudah mengumumkan 133 merek obat sirup yang aman dikonsumsi sesuai aturan atau petunjuk dokter.
Dengan dua pemberitahuan itu, harapannya tentu masyarakat tidak perlu terlalu cemas lagi.
Dan, kepada anak-anak yang sedang dalam perawatan karena menderita gagal ginjal akut kita doakan semoga segera sembuh dan jangan ada lagi anak yang terserang penyakit itu.
Dua hari lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan obat gangguan ginjal akut, Fomepizole yang didatangkan dari Singapura dan Australia digratiskan untuk pasien.
Obat injeksi tersebut belum ada di Indonesia, dan hanya ada dari produsen di Singapura.
Pemerintah sudah memesan sebanyak 200 vial obat tersebut dengan harga satuan mencapai Rp 16 juta.
Bersamaan dengan itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan terdapat 133 obat sirup yang tidak mengandung zat pelarut berbahaya sehingga aman dikonsumsi selama sesuai aturan pakai.
"BPOM telah melakukan penelusuran data registrasi terhadap seluruh produk obat bentuk sirup dan drops.
Dari penelusuran tersebut, diperoleh data 133 sirup obat yang tidak menggunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol sehingga aman dikonsumsi sepanjang digunakan sesuai aturan pakai," jelas Penny K Lukito, Kepala BPOM.
Baca juga: Ini Ramuan Tradisional dari Dokter untuk Penurun Demam Anak, Tanpa Harus Obat Sirup
Baca juga: Mewaspadai Kejahatan Obat, Makanan, dan Kosmetik Ilegal
Belakangan ini, penyakit gagal ginjal akut menyerang anak balita di Indonesia.
Dari ratusan yang terserang, puluhan di antaranya meninggal dunia.
Dugaan sementara, kasus ini akibat anak anak mengonsumsi obat dalam bentuk sirup atau cair dengan kandungan berbahaya.
Karenanya, beberapa waktu lalu pemerintah untuk sementara melarang produksi, peredaran, dan penggunaan semua obat dalam bentuk sirup.
Dokter dilarang meresepi obat sirup dan apotek serta toko obat diminta tidak menjual obat sirup sementara ini.
Meski sudah ada obat gagal ginjal akut yang disediakan secara gratis serta adanya pengumuman tentang merek obat sirup yang aman dikonsumsi, namun masyarakat harus tetap berhati-hati.
Sebab, jumlah kematian akibat penyakit itu di tahun-tahun sebelumnya berada pada angka normal yakni di bawah 5 kasus, tapi sekarang meningkat tajam.
“Pada Agustus 2022 naik ke 36 kasus, September naik lagi ke 78, Oktober sampai sekarang 141 dan itu sebagian besar menyerang anak di bawah 5 tahun,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Di sisi lain, kita juga mendukung pemerintah memidanakan para produsen obat yang nakal.
Mereka seenaknya meraih keuntungan besar dengan mengabaikan dampaknya.
Lalu, guru besar farmasi, Prof Muchtaridi menyarankan, bagi masyarakat yang masih ingin menghindari penggunaan parasetamol sirup, diminta untuk mengonsumsi parasetamol berbentuk tablet.
Selain itu, penggunaan puyer dinilai lebih manjur untuk dikonsumsi anak anak.
"Kalau anak anak susah makan puyer, bisa dicampur dengan air yang bisa diperoleh di apotek.
Itu kalau masih takut parasetamol sirup," katanya.
Nah?!
Baca juga: Komisi V DPRA Minta Pemerintah Aceh Awasi Ketat Obat Sirup, Ini Jenis Obat yang Sudah Dilarang
Baca juga: Soal Pelarangan Pemakaian Obat Sirup, DPRK Pidie Akan Panggil Dinkes dan 2 Direktur RS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/terkait-peredaran.jpg)