Opini
Histeria yang Datang dari Seberang
Ikrar Lamteh yang tidak melibatkan siapa pun dari luar dirinya, orang Aceh secara simbolik menyambut tokoh politik yang datang dari seberang
Dalam bacaan orang Aceh yang terancam dengan keberadaan PKI-- bahkan partai ini sangat keras bersuara agar gerakan Daud Beureueh diselesaikan dengan kekuatan bersenjata- -Suharto menjadi pahlawan yang membebaskan Indonesia dan Aceh dari ancaman ajaran komunis.
Namun, seperti juga dengan Sukarno, bulan madu orang Aceh dengan orang yang dari seberang tidak berlangsung lama.
Suharto dianggap menganaktirikan Aceh dalam pembangunan.
Hasilnya, pemberontakan bersenjata kembali terjadi, dengan nama Gerakan Aceh Merdeka.
Rasa frustasi orang Aceh terhadap Jakarta, lalu coba diredam oleh tokoh politik baru yang muncul menjelang berakhirnya rezim Orde Baru, namanya Amien Rais.
Tokoh politik ini bersuara lantang di hadapan Suharto sehingga dijuluki Bapak Reformasi.
Baca juga: Wali Nanggroe dan Konjen Singapura Bahas Investasi di Aceh
Sikapnya yang kritis terhadap Suharto, oleh orang Aceh, dianggap mewakili kehendak mereka untuk hidup layak dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Amien Rais pun disambut dengan gempita.
Dia dieluelukan. Bahkan, deklarasi Partai yang dipimpinnya, Partai Amanat Nasional, di Aceh dihadiri oleh ribuan orang.
Untuk menunjukkan betapa Amien Rais diterima, dia dihadiahkan rencong pusaka Daud Beureueh.
Penyerahan hadiah itu untuk menunjukkan secara simbolik bahwa Amien Rais dipercayai oleh orang Aceh dapat memikul tanggung jawab membebaskan mereka dari keterpurukan yang disebabkan oleh rezim Orde Baru yang otoritarian.
Tentu saja, Amien Rais tidak bisa berbuat banyak karena karier politiknya tidak pernah menjadi kepala eksekutif.
Jabatannya sebagai Ketua MPR hanya bisa memastikan sirkulasi perbaikan konstitusi berjalan dengan baik.
Walau demikian, Amien Rais masih bisa meraup suara terbanyak pada Pilpres 2004 di Aceh.
Fenomena terakhir adalah Anies Baswedan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muhammad-alkaf.jpg)