Opini
Histeria yang Datang dari Seberang
Ikrar Lamteh yang tidak melibatkan siapa pun dari luar dirinya, orang Aceh secara simbolik menyambut tokoh politik yang datang dari seberang
Oleh Partai Nasdem, dia didaulat menjadi Calon Presiden.
Tentu saja, pencalonan itu disambut gegap gempita oleh kelompok- kelompok yang tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi selama delapan tahun ini.
Khusus di Aceh, keberadaan Anies Baswedan- -sampai detik ini--dianggap mewakili aspirasi dan persamaan identitas dengan Aceh.
Tentu saja kesimpulan itu masih terlalu cepat.
Tetapi, mengingat latar belakang Anies Baswedan yang dekat dengan identitas keislaman, pernah mengalahkan Ahok pada Pilkada 2017, dan dipecat oleh Jokowi, dapat dikatakan hal-hal itulah yang membuat orang Aceh merasa dekat dengan sosok Anies Baswedan.
Bahkan Anies Baswedan dapat dipersamakan dengan histeria orang Aceh kepada Amien Rais.
Histeria orang Aceh kepada tokoh politik dari seberang menunjukkan kalau secara kebudayaan kita tidak memiliki horizon yang luas karena masih membutuhkan, meminjam frasa dari Fachry Ali, tangan dari luar.
Di saat yang sama pula, histeria itu menunjukkan hilangnya rasa percaya diri orang Aceh untuk berhadap-hadapan dengan dunia di luarnya.
Ironisnya, orang Aceh teramat sering mendapuk dirinya menjadi bagian dari dunia luar, setara dengan peradaban besar lainnya, tetapi, ketika berurusan dengan politik nasional, malah menjadikan dirinya sebagai subordinat dari kekuatan politik yang sedang bergerak itu. (alkaf.muchtar@gmail.com)
Baca juga: NasDem Meroket di Aceh Karena Faktor Anies, Bagaimana dengan Gerindra?
Baca juga: DPD NasDem Aceh Utara Undang Anies Baswedan ke Pase
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muhammad-alkaf.jpg)