Kupi Beungoh
Guru Jadi Versus Jadi Guru
Kenapa bisa seorang Gie menulis seperti itu? Barangkali guru adalah salah satu sosok yang menyebabkan kekecewaan seorang mantan siswa seperti Gie.
Ini dapat dipastikan mereka yang memang seperti itu tidak berniat dari hati yang paling dalam untuk menjadi guru. Inilah yang dinamakan “jadi guru” bukan “Guru Jadi”.
Guru yang menjadikan profesinya sebagai pilihan karena tidak ada pilihan lain, sehingga dalam prosesnya akan mengalami banyak ujian yang membuat semangatnya berkurang di tengah jalan.
Yakinlah bahwa setiap guru memiliki potensi diri dalam menjalankan tugasnya sebagai agen pembelajaran. Hal yang paling utama adalah bagaimana guru memahami kesalahannya dalam mengajar dan mau memperbaikinya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak didik.
Ciri “Guru Jadi “
Menurut penulis, ada empat ciri “Guru Jadi “yang sesuai dengan kondisi jaman now. Pertama, guru yang melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada siswa.
Untuk mengetahui aspek kekuatan dan kelemahan siswa, guru mau melakukan refleksi pembelajaran secara mandiri dan berkala, serta mencoba berbagai strategi pembelajaran yang bervariasi berdasarkan kompetensi awal siswa agar semua siswa terlibat aktif.
Kedua, guru yang mau menerima umpan balik dari rekan sejawat dan siswa. Untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran guru mau menerima umpan balik dan mengidentifikasi praktik baik dari rekan guru lain untuk memperbaiki interaksi yang berorientasi pada siswa.
Demikian juga dalam mewujudkan kenyamanan dan keamanan kelas, guru mengajak siswa berefleksi dan membahas perilaku pelanggaran yang mengacu pada kesepakatan kelas yang dibuat bersama siswa.
Ketiga, guru mau meningkatkan ketrampilan dan kemampuan baru.
Guru melakukan inisiatif mandiri untuk mengembankan kompetensi dirinya yang sesuai persoalan pembelajaran di kelas dan memilih jenis pelatihan yang relevan dengan tuntutan profesionalitasnya.
Keempat, guru menjadi mitra siswa, rekan sejawat, orang tua dan masyarakat sekitar. Seorang Guru Jadi mampu menjadi mitra bagi siswa disaat kegiatan belajar sehingga terciptanya suasana yang akrab.
Mau mengajak siswa berdiskusi tentang materi pembelajaran yang berpedoman kepada RPP dan menyertakan siswa dalam kegiatan penilaian, sehingga siswa benar-benar merasa dihargai dan diperlukan dalam tahapan kegiatan.
Selanjutnya, melakukan interaksi dengan semua rekan guru di dalam dan diluar sekolah.
Saling memotivasi, saling menghormati, dan salin membimbing sesama rekan sejawat.
Demikian juga dengan orang tua dan mayarakat sekitar, secara rutin terus berinteraksi dengan menggali kebutuhan dan membuat kesepakatan, dan peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan melakukan semua usaha untuk secara bersama-sama berperan aktif dalam meningkatkan proses pembelajaran.
Demikianlah sedikit pandangan tentang guru jadi dan jadi guru. Jika Anda seorang guru, apakah anda guru jadi? atau sekedar jadi guru. Jawabannya ada di Anda! (ferifodic78@gmail.com)
PENULIS adalah Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb Kabupaten Bireuen
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FERI-IRAWAN-SSi-MPd-Kepala-SMK-Negeri-1-Jeunieb-dan-Ketua-Daerah.jpg)