Jurnalisme Warga
Secangkir Sanger dan Manisnya Senja di Ulee Lheue
Menatap senja di Sarinah Department Store, saya selalu teringat dengan manisnya lembayung senja di pinggir Pantai Ulee Lheue

Di kantinnya juga tersedia berbagai makanan khas Aceh.
Pengunjung dapat menyantapnya sembari memandangi pesawat RI-001 Seulawah yang terparkir di halaman anjungan.
Sungguh khazanah budaya yang indah.
Demikian ketika hari telah senja, lembayung senja di Jakarta memang lebih indah dipandang dari atas gedung bertingkat.
Hiruk pikuk Kota Jakarta pada jam pulang kantor yang menemani lukisan alam itu seakan mengisahkan padatnya rutinitas kota metropolitan.
Setiap kali saya menatap lembayung senja saat langit cerah, saya kembali pada imajiner lembayung senja di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh.
Baca juga: Gampong Ulee Lheue Terima Penghargaan dan Hadiah Juara 2 Nasional ADWI 2022
Bermain di pantai dan menikmati senja di Pantai Ulee Lheue menjadi rutinitas wajib saya dan tiga teman lainnya setelah menjalani rutinitas seharian.
Sungguh lembayung senja yang indah, menenangkan, dan mengesankan.
Senja di Jakarta memang hanya terlihat saat langit cerah.
Itu pun harus melihatnya dari atas ketinggian gedung.
Ke Pantai Ancol saja kini harus pesan tiket secara daring melalui situs resminya.
Sedangkan di Aceh, ke Pantai Ulee Lheue dapat gratis dengan naik Transkutaraja dan menikmati seporsi pulut panggang kuah durian Ulee Lheue yang enak itu.
Melihat senja yang perlahan menurun ke peraduannya dengan latar belakang Pulau Weh dan Pulau Breuh, membuat saya semakin jatuh hati pada kota itu.
Sungguh pengalaman memburu senja yang sangat saya rindukan.
Kini, di pulau berbeda.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.