Jurnalisme Warga
Secangkir Sanger dan Manisnya Senja di Ulee Lheue
Menatap senja di Sarinah Department Store, saya selalu teringat dengan manisnya lembayung senja di pinggir Pantai Ulee Lheue

Pulau yang memiliki pembangunan yang lebih pesat daripada pulau-pulau lain di Indonesia, saya tetap merindukan semburat senja di ujung Pulau Sumatra.
Sebuah lembayung senja yang eksotis bagi mereka para pemburu senja dan fotografer panorama alam.
Tidak salah jika Aceh menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit, khususnya bagi para fotografer panorama alam.
Keasrian alamnya tidak hanya menenangkan, tetapi juga eksotis untuk diabadikan dalam pelbagai jepretan foto.
Setiap kali saya menengok senja dan meneguk secangkir sanger (akronim dari saling ngerti), tentu yang terlintas dalam imajiner saya pertama kali adalah ketenangan senja di halaman Masjid Raya Baiturrahman.
Setiap kali saya merindukan masa-masa sewaktu singgah selama tiga bulan di Kota Banda Aceh, saya hanya cukup mencari secangkir sanger panas atau melihat senja di ketinggian.
Menatap langit Jakarta yang sibuk menceritakan padatnya rutinitas kota metropolitan, secara perlahan meredam rasa rindu saya dengan lembayung senja di Pantai Ulee Lheue yang menghipnotis itu. (melindarahmawati7@ gmail.com)
Baca juga: Cuaca Berangsur Normal, Nelayan Ulee Lheue Kembali Melaut, Harga Ikan Stabil
Baca juga: Sejarah, Alam, dan Budaya Menyatu di Ulee Lheue
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.