Breaking News:

Opini

Memutus Rantai Perundungan di Sekolah

Pembiaran perundungan seakan bisa tertangani dalam level yang kecil namun lupa bisa berpotensi membesar sendiri sehingga terjadi aksi fisik di luar

Editor: bakri
Memutus Rantai Perundungan di Sekolah
FOR SERAMBINEWS.COM
KHAIRUDDIN MPd Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara dan Microsoft Certied Educator Microsoft Innovative Education Expert

OLEH KHAIRUDDIN MPd, Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara dan Microsoft Certied Educator Microsoft Innovative Education Expert

KISAH Perundungan ( bullying) seolah tidak menjadi perhatian manajerial di sekolah.

Pembiaran perundungan seakan bisa tertangani dalam level yang kecil namun lupa bisa berpotensi membesar sendiri sehingga terjadi aksi fisik di luar sekolah.

Banyak kisah memilukan terjadi akibat perundungan, namun belum menjadi aturan di sekolah yang terstruktur dengan baik.

Kasus siswa yang harus diamputasi jari tangannya di Malang 2019 lalu akibat diledek temannya dan dicandai tujuh temannya karena terlalu pendiam atau kasus siswi bunuh diri di Jakarta Januari 2020 lalu akibat sering diejek temannya karena korban tertidur di kelas dan lain sebagainya adalah kasus perundungan yang perlu diantisipasi di sekolah lain.

Kekerasan sesama siswa di sekolah baru akan terangkat menjadi penanganan yang serius setelah ada korban.

Perundungan seolah lazim saja di negara ini, seluruh aspek kehidupan manusia tidak terlepas dari kasus ini.

Sayangnya, dunia pendidikan yang diharapkan mampu memberi doktrin pendidikan karakter yang baik justru belum mampu memainkan perannya secara optimal.

Lingkungan kehidupan anakanak kita sangat terbuka untuk melakukan perundungan.

Tayangan televisi misalnya, hampir seluruh tayangan hiburan Indonesia, jika tidak ada adegan saling mengejek seolah tidak ada pemirsa.

Bumbu tayangan hiburan Indonesia adalah perundungan.

Sosial media Indonesia juga tidak lepas dari aksi perundungan, konten youtube anak-anak milenial didominasi oleh prank yang bisa menghasilkan uang banyak.

Hiburan prank bersambut positif di masyarakat, viewer tayangan perundungan ini menghasilkan pendapatan besar di sosial media.

Baca juga: Viral Video Bullying Siswa SMP Plus Baiturrahman Bandung, Kepala Klarifikasi: Itu Main Tebak-tebakan

Baca juga: Sekolah Berperan Hilangkan Bullying

Jika sudah seperti ini, sungguh Indonesia sudah berada pada titik nadir terendah “memakan bangkai daging saudaranya sendiri” sebagaimana pesan suci Al-Qur’an.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved