Kamis, 30 April 2026

Opini

Memutus Rantai Perundungan di Sekolah

Pembiaran perundungan seakan bisa tertangani dalam level yang kecil namun lupa bisa berpotensi membesar sendiri sehingga terjadi aksi fisik di luar

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
KHAIRUDDIN MPd Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara dan Microsoft Certied Educator Microsoft Innovative Education Expert 

Kedua, Perundung dipanggil pada ruang khusus, tidak terbuka.

Tanpa tekanan dan biarkan dia bercerita tentang kesenangan dia merundung dan kenapa korban perundungan menjadi objek baginya.

Ketiga, libatkan perundung.

Baca juga: SMA Mosa Gandeng ICMI dan BNN, Beri Siswa Pemahaman Bahaya Bullying dan Narkoba

Ajak perundung untuk berpikir jika yang menjadi korban adalah adiknya, kakaknya, atau saudaranya.

Merasa marah? merasa pantas diperlakukan seperti itu? Apakah harus dilindungi atau dibiarkan? Ajak perundung untuk turut menjadi kolaborator memberantas tindakan perundungan di sekolah.

Kita harus yakin bahwa perundung lazimnya memiliki massa dan mampu mengajak yang lain ke arah positif.

Maka, buatlah perjanjian sesuai dengan aturan sekolah demi memutuskan mata rantainya.

(*) (herudbudi@gmail.com)

Baca juga: Viral Pelaku Pelecehan di Gunadarma Berujung Bullying, Ditelanjangi hingga Dipaksa Minum Air Kencing

Baca juga: Psikolog: Kasus Pengeroyokan di Lhokseumawe Mengarah Bullying, Efek Game & Salah Asuh Orangtua

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved