Breaking News:

KPK Tangkap Ayah Merin

Ternyata Ayah Merin Ditangkap Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh Atas Permintaan KPK, DPO Sejak 2018

"Yang tangkap KPK, mereka minta bantuan ke Ditreskrimum Polda Aceh karena Ditreskrimum itu ada Jatanras," katanya.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Ditreskrimum Polda Aceh 

Laporan subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Izil Azhar alias Ayah Merin sebagai orang paling dicari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) sejak 2018, akhirnya ditangkap oleh tim Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Selasa (24/1/2023).

Ayah Merin adalah DPO kasus korupsi penerimaan gratifikasi dalam proyek pembangunan dermaga Sabang tahun 2006-2011.

Kabar ditangkapnya buronan lembaga antirasuah itu beredar di beberapa grup Whatsapp (WA), sejak Selasa (24/1/2023) siang hari ini.

Tim Serambinews.com menghubungi beberapa pejabat utama Polda Aceh untuk memastikan kebenarannya.

Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Winardy yang dikonfirmasi sekira pukul 17.30 WIB membenarkan.

"Iya, kayaknya benar dia (Ayah Merin)," kata Winardy.

Baca juga: Lama Jadi Buronan KPK, Ayah Merin Ditangkap Polda Aceh di Simpang Lima, Begini Perjalanan Kasusnya

Menurut Winardy, Ayah Merin ditangkap oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh.

"Yang tangkap KPK, mereka minta bantuan ke Ditreskrimum Polda Aceh karena Ditreskrimum itu ada Jatanras," katanya.

Saat ini, Ayah Merin sudah diamankan.

Namun Winardy tidak memberitahu di mana posisi yang bersangkutan. 

KPK sendiri, kata Winardy, belum datang ke Aceh.

"Kayaknya sudah ditangkap, tinggal nunggu KPK datang, dia (KPK) kirim DPO ke kita," kata Winardy.

Baca juga: Polda Aceh: Ayah Merin Ditangkap di Simpang Lima, Banda Aceh, Jadi Buronan KPK Sejak 2018      

Ditanya lebih lanjut terkait penangkapan Ayah Merin, Winardy meminta Serambinews.com menghubungi Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Ade Hariyanto.

Namun hingga saat ini belum terhubung.

Sebagaimana diketahui, Ayah Merin adalah tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan gratifikasi dalam proyek pembangunan dermaga Sabang tahun 2006-2011, masa Gubernur Aceh periode 2007-2012, Irwandi Yusuf.

Dalam kasus itu, Irwandi Yusuf bersama Ayah Merin didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 32,45 miliar, selama Irwandi menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012.

Terkait status Ayah Merin menjadi DPO, KPK juga mengirimkan surat pada Kepala Kepolisian RI untuk meminta bantuan pencarian orang atas nama Izil Azhar.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved