Sabtu, 23 Mei 2026

Kupi Beungoh

DPR Itu, Mewakili Siapa?

Untuk apa DPR itu dipilih? Apa guna DPR ? kenapa rakyat harus  sibuk-sibuk memilih DPR? Katanya: "untuk mewakili suara rakyat"

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Oleh: Ainal Mardhiah*)

Untuk apa DPR itu dipilih? Apa guna DPR ? kenapa rakyat harus  sibuk-sibuk memilih DPR? Katanya: "untuk mewakili suara rakyat", apa betul begitu dalam prakteknya selama ini?

untuk apa negara menyediakan dana yang besar untuk memilih mereka yang mengatas namakan dirinya "wakil rakyat".

Jika ketika mereka berpikir dan bertindak, tidak mewakili tangisan rakyat, tidak untuk kepentingan rakyat. Ketika yang dilihat oleh rakyat untuk mensejahterakan diri dan orang  terdekatnya. Untung membela kelompok dan partainya.

Lalu rakyat siapa yang bela, siapa yang peduli dengan rakyat?

Pendidikan mahal, meskipun katanya wajib dan gratis. Setelah sekolah SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, atau sederajat, jumlannya 12 tahun sekolah, selesai itu menganggur tidak ada pekerjaan.

Apakah karena sekolah tidak bermutu, sehingga  tidak bisa mendidik generasi yang bermutu cuman bisa nganggur setelah 12 tahun sekolah, atau pemerintah yang tidak berusaha menyediakan lowongan pekerjaan, atau rakyat harus memikirkan sendiri, karena ini bukan tugas pemerintah,  bukan DPR?

Baca juga: BSI yang Bermasalah, Kok Qanun LKS Yang Harus Direvisi

Untuk apa wakil rakyat?

Lanjut kuliah 5 tahun s1, 5 tahun Kuliah S2, terus S3 selama 5 tahun, ada yang kuliah sampai ke luar negeri dengan susah payah. Berharap bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan,  ternyata juga susah

Setelah kita jumlah, sekolah 12 tahun tambah kuliah 15 tahun jadinya 27 tahun menghabiskan waktu,  tenaga dan pikiran untuk sekolah dan kuliah yang tidak mudah,  belum lagi jika mendapat guru dan dosen yang sulit, lagi mempersulit.

Setelah lelah dalam waktu  27 tahun sekolah dan kuliah, lalu nganggur,  sulit mendapatkan pekerjaan. 

Bingung mau kerja apa? Mau buka usaha apa? mau lamaran pekerjaan dimana? sulit, jarang ada yang buka lowongan kerja jikalau pun ada tidak sesuai dengan gelar yang dimiliki.  

Penerimaan pegawai baik negri maupun swasta bisa di hitung jari, sementara lulusan perguruan tinggi setiap tahun mencapai ribuan orang.

Kenapa negeri ini tidak sanggup membuka lowongan kerja untuk anak-anak negeri?

Jika masyarakat tidak ada pekerjaan, tidak bisa membeli keperluan pokok terutama SEMBAKO, akhirnya  kelaparan. Dalam kondisi lemah seperti ini, bagaimana mereka bisa menjaga negeri ini, bagaimana mereka bisa mewarisi negri ini.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved