Sabtu, 23 Mei 2026

Kupi Beungoh

DPR Itu, Mewakili Siapa?

Untuk apa DPR itu dipilih? Apa guna DPR ? kenapa rakyat harus  sibuk-sibuk memilih DPR? Katanya: "untuk mewakili suara rakyat"

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amirullah
ist
Dr. Ainal Mardhiah, S.Ag, M.Ag adalah Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar Raniry Banda Aceh. 

Yang terjadi,  rumah tangga rusuh bercerai gara-gara ekonomi suami tidak ada pekerjaan,  tidak ada lowongan pekerjaan, mau kerja di sawah dikebun tidak biasa, tidak ahli.

Baca juga: Pentingnya Para Wanita Kembali Pada Fitrahnya Sebagai Istri Dan Ibu Generasi

Yang sudah ahli mereka tidak punya ladang atau sawah,  membantu orang di ladang dan di sawah sekarang semua sudah dikerjakan dengan mesin mulai dari membajak sawah, menanam, membersihkan rumput,  memotong padi sampai selesai dan bersih sudah ada mesin.

Lalu apa yang bisa dikerjakan orang-orang untuk mendapatkan uang,  tidak ada lagi kecuali sedikit sekali,  sedangkan yang membutuhkan pekerjaan sangat banyak.

Yang terjadi kemudian,  mulailah muncul ide mencari nafkah dengan cara haram, main game, judi online,  pengedar ganja atau narkoba untuk memenuhi kebutuhan hidup,  untuk membawa pulang sesuatu agar bisa di makan oleh anak istri.

Kalau tidak, istri akan cerewet,  marah-marah,  anak-anak menangis tidak ada makanan. Keadaan ini membuat laki-laki sering kehilangan akal sehat,  sehingga terpaksa atau di paksa atau karena mudah memilih jalan yang salah untuk mencari rezeki.

Yang Perempuan muncul ide menjual diri,  memilih menjadi pelakor, atau sekedar menjadi perempuan penghibur menemani laki-laki yang bukan suaminya, untuk mendapatkan uang  agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bisa karena suami tidak sanggup mencari rezeki,  tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan atau karena suami tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Asoe Lhok Te Deng Deng, Ureng Tameng Yang Dapat Kerja

Seperti yang disebutkan oleh seorang anak yang berprofesi sebagai kurir obat terlarang,  padahal dia masih duduk di bangku sekolah,  profesi ini dia lakukan sepulang sekolah. 

Saya rasa jika demikian, tidak hilang kemungkinan jika ada kesempatan karena dia butuh uang,  di sekolah pun pekerjaan ini dia lakukan.

Ketika ditangkap oleh aparat keamanan: Dia bilang bahwa dia butuh uang untuk membiayai hidupnya,  sementara ayah ibunya bercerai dan masing-masing sudah menikah lagi, sehingga anak tersebut tidak ada yang menafkahi.

Sangat menyedihkan nasib generasi di negari ini.

Disebabkan ekonomi sulit,  orang tua selalu dalam konflik,   banyak yang bercerai, seperti yang di catat oleh Mahkamah Syar'iyah Aceh, ada 6000 rb lebih kasus perceraian di Aceh tahun 2022,

Dengan kondisi rumah tangga seperti ini, bagaimana anak bisa mendapatkan kasih sayang yang cukup,  pendidikan  agama yang cukup? Sangat mustahil. 

Tidak heran jika  kemudian kita melihat anak-anak lebih memilih mangkal dijalan, di kafe, di tempat hiburan,  warung warung gelap,  dibandingkan di rumah.

Di rumah orang tua yang punya masalah, ribut terus, anak yang di marahi, anak yang  menjadi korbannya, sehingga anak lebih nyaman berada di luar rumah.

Baca juga: Hakekat Berpolitik Bagi Seorang Muslim, Untuk Menjaga Umat dan Syariat Islam

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved