Kupi Beungoh
Bang Wanto, Teruslah Mengabdi Untuk Aceh Besar
Sosok Muhammad Iswanto (selanjutnya disebut Bang Wanto) tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh Besar. Pj Bupati Aceh Besar langsung beradaptasi
Oleh : Muhsin S.Si*)
Sosok Muhammad Iswanto (selanjutnya disebut Bang Wanto) tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh Besar.
Sejak dilantik menjadi Pj Bupati Aceh Besar pada 14 juli 2022, sosok santun nan staycool ini tidak perlu berlama-lama untuk beradaptasi dengan pelaku birokrasi di pemerintahan Aceh Besar.
Mantan Kabag Humas dan Ajudan Mantan ADC PJ Bupati Aceh Besar Rusli Muhammad ini terus bergerak ‘’gesit’’ menyelesaikan persoalan Aceh Besar yang ditinggalkan oleh pimpinan pemerintahan sebelumnya.
Langkah sat set yang dilakukan oleh Bang Wanto membuat para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengingat jalannya roda pemerintahan selama ini berjalan biasa saja.
Ada kepala dinas yang sedikit terkejut dengan pola kerja baru yang diterapkan oleh Bang Wanto.
Bahkan ada kepala dinas yang tidak mau disebutkan namanya bertamsil kepada penulis bahwa Bang Wanto layaknya mesin baru, sedangkan para kepala OPD mesin lama.
Maka wajar ketika ada kepala OPD yang tidak bias mengimbangi gerak cepat sat set Bang Wanto.
Tentu sebagai manusia biasa ia terus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Aceh Besar sembari menuntaskan 3 tugas pokok utama yang dibebankan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Carnavian.
Balada Covid 19, PMK Ternak dan Stunting
Covid 19 telah meluluh lantakkan perekonomian dunia.
Banyak negara bahkan Indonesia kewalahan. Tak terkecuali Aceh beberapa kabupaten kota di Aceh mengalami devisit anggaran.
Saat dipimpin Bang Wanto, Aceh Besar juga mengalami devisit anggaran hingga berdampak pada jalannya roda pemerintahan Aceh Besar.
Akan tetapi perlahan Bang Wanto mendapatkan passion untuk memimpin Aceh Besar pasca imbas wabah Covid 19 di Aceh Besar.
Selanjutnya Bang Wanto langsung tancap gas fokus pada penyakit mulut dan kuku (PMK) ternak besar (lembu dan kerbau) di Aceh Besar, yang telah menyerang ternak Aceh Besar sejak Mei 2022.
Baca juga: Iswanto & Dirut PDAM Tirta Mountala Serahkan Bansos untuk Lansia Miskin & Balita Stunting
Pada saat itu peternak Aceh Besar seakan kehilangan harapan, banyak ternak mati diserang wabah penyakit mulut dan kaki.
Dengan kerja kerasnya, Bang Wanto turun ke lapangan langsung mengotori tangannya untuk menyemprot ternak-ternak warga dan akhirnya hingga tingkat kesembuhan PMK di Aceh Besar capai 85 persen.
Bang Wanto ikut berkontribusi untuk menetralisir dampak inflasi, terutama warga yang kurang mampu serta rentan menjadi korban terdampak kondisi ekonomi yang sangat fluktuatif itu.
Di sisi lain juga dilakukan tindakan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya stunting.
Menurutnya, dalam kaitan menetralisir dampak Inflasi, Bang Wanto melobi Kadis DKP Aceh Aliman agar mau melakukan penyaluran ikan segar secara gratis untuk keluarga terdampak inflasi di Aceh Besar.
Saat ini telah dilakukan tiga kali penyaluran ikan segar.
Capaian Kinerja 1 Tahun
Berkat komunikasi politik yang bagus ia berhasil melobi beberapa Anggota DPR RI asal Aceh untuk memberikan bantuan kegiatan sumber pembiayaan dari APBN ke kabupaten yang ia pimpin.
Bang Wanto sadar saat ia menjadi orang nomor 1 di Jantho Aceh Besar tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Hanya APBN yang mampu menambal ruang-ruang kosong pembangunan di Aceh Besar.
Baca juga: Jokowi Perpanjang Masa Jabatan Achmad Marzuki, Apa Karya: ‘Tanyoe Aceh Chit Biek Rhah Pingan’
Alhasil ia berhasil membawa program puluhah miliar ke Aceh Besar melalui kementerian Pertanian, seperti Pupuk untuk Petani, alat mesin pertanian seperti Pompa Air, Handtraktor, Traktor Roda 2 dan 4, mesin pemotong padi (Combain) hingga mesin pengering padi (Vertikal Dryer).
Capaian kinerja bidang pertanian Bang Wanto dianugerahi Pin keluarga besar Kementerian Pertanian oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.
Karena dinilai berkontribusi terhadap pertanian di Aceh Besar.
Atas capaian tersebut wajar ia mendapat apresiasi berbagai pihak.
Apresiasi diutarakan mitra kerjanya dari DPRK Aceh Besar Fraksi Partai Aceh, Fraksi Golkar dan Pengamat Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
“Kita bicara realita! Dengan networking eksternal yang kuat, Muhammad Iswanto telah membawa banyak kado untuk Aceh Besar, antara lain, penambahan kuota pupuk 6000 ton, bantuan alsintan dan saprodi.
Terakhir baru saja mendapatkan dua unit armada damkar luar negeri untuk Aceh Besar. Mungkinkah ini didapat dengan hanya diam dan tanpa berbuat,” ujar Gunawan SE Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Fraksi PA via sebuah media online.
“Jujur saya katakan, saat Muhammad Iswanto menjadi warga kehormatan Kementan, itu adalah bukti dari networking yang kuat hingga berbuah ragam kemudahan untuk sektor pertanian dan pangan di Aceh Besar,” tutur Ucok Sibreh Anggota DPRK Aceh Besar Fraksi Golkar
Baca juga: Pemkab Aceh Besar Terima Paritrana Award, Pj Bupati Iswanto: Ini Hasil Kerja Keras Semua Pihak
Pada sisi lain Ucok kembali mengungkapkan jika dilihat secara objektif sesuai ketentuan yang ada, Muhammad Iswanto telah jauh berbuat di luar kapasitas sebagai seorang Penjabat Kepala Daerah.
Ungkapan lain di sebut oleh pengamat ekonomi Unsyiah Rustam Effendi yang menilai kinerja PJ Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto terbaik dibanding PJ lainnya di Provinsi Aceh.
‘’Dia sangat merakyat, santun dekat dengan rakyat, dan mau turun ke lapangan setiap saat apalagi saat warga terkena musibah langsung turun dengan membawa bantuan masa panik. Saya sebagai warga yang berdomisili di Aceh Besar, tapi bukan orang Aceh Besar, ia cocok dengan tipikal masyarakat Aceh Besar’’ ujarnya.
Di Kementerian PUPR ia berhasil melobi Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB H Irmawan S.Sos.MM untuk membangun Jembatan Gantung di Aceh Besar.
Jembatan yang telah dinantikan oleh masyarakat Siron Kecamatan Kuta Cot Glie dan sekitarnya.
Sebelum ia menjabat, lokasi Jembatan Siron yang rusak menjadi lokasi ‘’selfi’’ para pejabat mulai Anggota DPRA, DPRK hingga Bupati akan tetapi jembatan tersebut tak kunjung dibangun.
Di masa kepemimpinan Bang Wanto lah asa masyarakat Siron untuk menghadirkan jembatan penghubung terwujud.
Saat ini Bang Wanto sedang melobi dan meyakinkan H Irmawan S,Sos,MM yang juga Ketua PKB Aceh ini agar mau melobi anggaran APBN untuk pembangunan ruas jalan Jantho-Keumala.
Baca juga: Rumoh Geudong: Janji Jokowi yang Belum Tunai untuk Aceh – Bagian Terakhir
Selanjutnya untuk mewujudkan Aceh Besar yang bersih dan nyaman Bang Wanto menindaklanjuti melalui program Satu Jam Memungut Sampah yang kini telah menyasar sebagian besar kawasan wisata Aceh Besar hingga ke Pulo Aceh.
Aksi pungut sampah 1 jam telah diadopsi oleh komunitas lain, kegiatan kecil tanpa pembiayaan APBK tanpa ‘’SK’’ tapi bermanfaat besar bagi dunia wisata.
Sudah lebih puluhan kali Muhammad Iswanto, pimpin jajaran ASN di Pemkab Aceh Besar untuk turun langsung membersihkan sampah.
Ia sendiri tak tinggal diam, atau sekedar memberi komando. Kaki dan tangan pun ikut kotor membersihkan berbagai limbah rumah tangga yang berserakan di pasar dan kawasan wisata yang ada di daerah itu.
Aksi satu jam memungut sampah yang Ia gulirkan, terbukti efektif mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat di daerah itu yang kerap membuang sampah serampangan.
Langkah itu juga telah membiasakan budaya kolaboratif antara ASN dan warga untuk tak sungkan saling bahu membahu.
Kini, sebagai warga Aceh Besar, kita patut berbangga, membandingkan daerah itu dua tahun lalu, dengan satu tahun belakangan ini, telah banyak berubah dari sisi kebersihan lingkungan.
Jika dulunya, banyak tumpukan sampah di sejumlah ruas jalan di daerah itu, maka kini pemandangan gunungan sampah tak akan ditemukan lagi.
Baca juga: Ditemani Kepala OPD Aceh Besar, Pj Bupati Iswanto Bersihkan Pantai Nipah di Pulo Aceh
Selain itu, salah satu yang paling fenomenal adalah merealisasikan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan ratusan jenis pengurusan publik, setelah bertahun tahun mangkrak.
Bahkan kini MPP Aceh Besar telah menjadi ajang kaji tiru daerah lain di Aceh hingga luar Aceh.
Atas banyaknya capaian, kerja keras, dedikasi untuk Aceh Besar yang lebih baik penulis tentu berharap agar Bang Wanto terus mengabdi dan melayani masyarakat Aceh Besar.
*) PENULIS adalah Anggota DPRK Aceh Besar Periode 2004-2009
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhsin-SSi_Anggota-DPRK-Aceh-Besar-Periode-2004-2009.jpg)