Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Jurnalisme Warga

Taman Tugu Kota Juang Jadi Arena Jogging

Pengguna lokasi itu juga tidak luput dari pejabat tinggi Bireuen, bahkan pejabat tinggi provinsi yang asalnya dari Bireuen ketika pulang kampung meman

Editor: mufti
Dok Pribadi
M Zubair SH MH, Kadiskominsa Bireuen 

Saya yang sering melakukan gowes pada hari libur melintasi Taman Tugu Kota Juang selalu berpapasan dengan pegiat jogging di wilayah tersebut.

Di area itu saya sangat sering berjumpa dengan tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Bireuen yang meluangkan waktunya untuk berolahraga agar tubuhnya selalu bugar. Area dimaksud dimanfaatkan oleh segenap lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang tua, baik warga pribumi maupun warga Indonesia turunan Tionghoa.

Pengguna lokasi itu juga tidak luput dari pejabat tinggi Bireuen, bahkan pejabat tinggi provinsi yang asalnya dari Bireuen ketika pulang kampung memanfaatkan destinasi jogging Taman Tugu Kota Juang.

Uniknya lagi di Bireuen juga tidak ketinggalan ada komunitas sepeda santai dengan bermacam nama dan komunitas ontel yang saat hendak melakukan aktivitas selalu berkumpul di Tugu Kota Juang sebelum berangkat ke tujuan. Dengan ramainya masyarakat yang memadati arena tersebut, maka lokasi Tugu Kota Juang menjadi semarak pada hari libur.

Selain itu, pada hari Minggu di Bundaran Taman Tugu Kota Juang, tepat di depan Meulingoe  Bupati Bireuen digelar lapak baca oleh Yayasan Sukma Bangsa Bireuen sehinnga menjadi bertambah ramai suasana dengan anak-anak yang membaca buku.

Kondisi tersebut sudah sepatutnya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mengupayakan ruang terbuka hijau yang respresentatif guna memenuhi kebutuhan masyarakat agar tidak menggangu arus lalu lintas, mengingat lokasi Taman Tugu Kota Juang merupakan jalur utama jalan di pusat Kota Bireuen.

Fasilitas Taman Tugu Kota Juang tersebut sudah lama digunakan masyarakat untuk berolahraga ringan karena tidak ada fasilitas lain yang memadai.

Beberapa waktu lalu memang sudah dibangun ruang terbuka hijau (RTH) di bekas stadion Cot Gapu Bireuen. Namun, fasilitas tersebut juga belum sempurna sebagai tempat yang bisa dimanfaatkan untuk arena jogging dan permainan anak-anak, serta tempat istirahat untuk melepas lelah.

Selain itu, masyarakat belum lama ini juga ada memanfaat Stadion Paya Kareung di Desa Cot Gapu sebagai tempat olahraga. Namun, saat ini stadion tersebut juga sudah dipugar untuk direhab.

Pada awal-awal penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen terbersit rencana pembangunan  RTH di pinggir jalan, mulai dari depan Meuligoe Bupati Bireuen sampai ke depan Rumah Sakit Umum dr Fauziah. Namun, rencana tersebut berubah dan saat ini di lokasi tersebut sudah tumbuh menjamur pertokoan yang menyebabkan kemacetan jalan sepanjang depan meuligoe sampai di depan RSUD Bireuen.

Kemacetan di depan Meuligoe Bupati sampai RSUD Bireuen bukan saja terjadi pada siang, melainkan juga pada malam hari. Bahkan kondisinya lebih parah karena ramainya pengunjung ke warung-warung kopi di sepanjang jalan tersebut.

Parkir kendaraan roda dua memakan sebelah jalan utama masuk ke wilayah tersebut. Kemacetan diperparah lagi pada perputaran jalan depan Kompi Batalion 113 JS yang dipajang tempat permainan anak-anak sehingga ketika ada kenderaan roda empat yang berputar arah di putaran tersebut harus mundur untuk bisa berputar yang menyebabkan kemacetan panjang.

Hal serupa juga terjadi ke arah timur Jalan Rex, tepatnya di depan Warkop WD di mana kenderaan roda empat yang parkir di situ juga telah memakan setengah jalan di putaran ujung Rex.

Hal ini kiranya sudah sepatutnya menjadi perhatian bersama untuk melakukan penertiban agar kenyaman bersama dapat terasa dan Bireuen yang dijuluki Kota Juang dan Kota Santri bisa terwujud.

Selanjutnya, RTH yang dicanangkan di bekas Stadion Cot gapu dapat dirampungkan untuk digunakan oleh masyarakt secara maksimal sehingga jogging masyarakat dapat berpindah ke lokasi tersebut.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved