Jurnalisme Warga

S1 Manajemen Bencana Unmuha, Hadir Merespons Kerawanan Bencana

Pengalaman keilmuwan yang sejatinya menjadi ‘lesson learn’ yang tidak boleh berhenti sampai sebatas diskurus-diskursus belaka.

Editor: mufti
IST
MUHAMMAD HEIKAL DAUDY, Dosen Fakultas Hukum Unmuha Aceh dan pemerhati kebencanaan, melaporkan dari Banda Aceh 

Hasil penelusuran kami bahkan menunjukkan kesimpulan tak lazim. Di mana keberadaan peraturan perundang-undangan mengenai kebencanaan yang berlaku sebagai hukum positif di Indonesia saat ini, belum respresentatif alias ‘jauh panggang dari api’. Penilaian ini setidaknya ditunjukkan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (UUPB), yang diakui sampai dengan hari ini menjadi payung hukum (umbrella regulation) dalam penanggulangan bencana secara umum, sekaligus menjadi dasar aturan dalam memetakan faktor-faktor risiko bencana yang telah mampu diidentifikasi.

Kami memandang bahwa ‘beleid’ tersebut sekalipun ‘existing’ bersamaan dengan sejumlah peraturan delegasi maupun derivasi akibat dari keberadaannya itu, sudah tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya jika menimbang sejumlah fenomena bencana alam yang terjadi dewasa ini.

Dengan demikian, dibutuhkan sejumlah terobosan hukum hingga penemuan hukum (rechtvinding) baru guna menengahi sisi celah hukum yang ‘menganga’ sebagaimana tampak dalam sejumlah penanganan manajemen bencana di Indonesia. Mulai dari tahap sebelum bencana terjadi, saat berlangsungnya bencana, sampai kepada tahapan pascabencana telah berakhir.

Gambaran kondisi demikian pula yang menjadikan diskursus yang berjalan di antara kami bersama para ‘expert’ di Prodi MB FT Unmuha selama ini berlangsung konstruktif, bahkan sesekali menghangat. Murni diakibatkan oleh kealpaan kami dalam mendefinisikan bahkan memandang sebuah persoalan terkait kebencanaan.

Pengalaman keilmuwan yang sejatinya menjadi ‘lesson learn’ yang tidak boleh berhenti sampai sebatas diskurus-diskursus belaka.

Menyongsong tahun baru 2024 serta memasuki musim tahun ajaran baru yang bertepatan dengan 20 tahun usia peringatan tsunami Aceh, sangatlah wajar bahwa apa yang telah dirintis oleh Unmuha dengan menghadirkan Prodi Manajemen Bencana sebagai sebuah pencapaian yang patut disyukuri sekaligus diapresiasi. Karena, Prodi MB FT Unmuha telah mengambil inisiatif untuk mendidik generasi muda di daerah rawan bencana sehingga berkontribusi terhadap pembentukan perilaku masyarakat yang sadar dan tangguh terhadap bencana. Sekaligus menjadikannya sebagai pusat pendidikan dan penelitian tingkat ‘ahli pratama’ guna melahirkan sarjana-sarjana mumpuni di bidang kebencanaan di masa mendatang.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved