Kupi Beungoh
Fanatisme Politik : Loyalitas Liar Yang Mengancam Kesehatan Mental
Karena banyak sekali terjadi kecemasan dan gangguan kesehatan mental seperti stres di saat menunggu hasil dari pemungutan suara tersebut diumumkan.
Stres yang terjadi pada Calon legislatif mayoritas terjadi karena para calon legislatif yang kalah tidak bisa mengembalikan uang yang dipinjam sebagai modal kampanye saat pemilihan umum.
Kesedihan mendalam atas kekalahan juga bisa timbul akibat harapan akan kemenangan sudah terlalu tinggi, akibatnya saat mendapatkan kekalahan di pemilu maka kemenangan yang telah diharapkan menjadi sia-sia.
Banyak pihak yang sudah mempersiapkan pelayanan kesehatan jiwa untuk mengantisipasi adanya caleg yang mengalami stres.
Di Aceh sendiri, Rumah Sakit Jiwa Aceh siap menampung Caleg yang mengalami kegagalan di pemilu, hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Aceh.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya Calon Legislatif yang mengalami depresi setelah gagal terpilih pada pemilihan umum 2024.
Masalah kesehatan mental yang timbul akibat kegagalan pada pemilihan umum memang dapat memberikan tekanan dan stres yang besar bagi sebagian orang.
Banyak langkah positif yang bisa dilakukan untuk mengurangi ataupun mencegah masalah kesehatan mental yang memburuk di saat tahun politik berlangsung.
Cara tersebut mulai dari terapi psikologi, wejangan untuk mengikhlaskan, ataupun dengan pendekatan-pendekatan spiritual.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah juga mengurangi masalah/gangguan kesehatan mental:
1. Menjalin hubungan dan berkomunikasi aktif dengan orang di sekitar. Bicarakan hal-hal yang sedang dirasakan dengan orang yang anda percayai, dimulai dengan keluarga, teman dekat, atau profesional kesehatan mental. Dukungan sosial dapat membantu seseorang melepaskan stres secara perlahan.
2. Ambil jeda atau beristirahat sementara dari media sosial, berita dan dinamika politik di media sosial dapat memicu stres dan kecemasan yang berlebihan. Ambil jeda dari media sosial untuk fokus pada hal-hal yang positif atau menyenangkan.
3. Mengalihkan energi negatif yang muncul dengan melakukan aktivitas fisik yang baik seperti olahraga, meditasi, atau yoga yang dapat membantu meredakan tekanan dan stres. Aktivitas ini juga dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.
4. Menjaga pola tidur dan makan. Pola tidur dan makan yang sehat dapat membantu menjaga keseimbangan emosi dan kestabilan mental. Upayakan untuk tidur yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.
5. Mencari bantuan profesional jika dibutuhkan. Jika stres dan tekanan yang dirasakan sudah mengganggu keseharian dan rutinitas, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau konselor, karena para ahli memahami dan dapat membantu dalam mengatasi masalah kesehatan mental.
6. Carilah informasi dari sumber yang terpercaya, hindari mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Berita seputar pemilu adalah hal yang penting, tetapi kita juga harus bijak dalam memilah dan memilih informasi yang kita baca agar respon emosional serta kesehatan mental kita tetap terkontrol. Dan hindari berita yang bermuatan negatif.
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nia-Tania-Mahasiswa-Program-Studi-Psikologi-angkatan-2022.jpg)