Kupi Beungoh
Fanatisme Politik : Loyalitas Liar Yang Mengancam Kesehatan Mental
Karena banyak sekali terjadi kecemasan dan gangguan kesehatan mental seperti stres di saat menunggu hasil dari pemungutan suara tersebut diumumkan.
7. Jangan terlalu serius dalam menghadapi pemilihan umum, serius memang perlu tetapi tetap hadapi masalah dengan kepala dingin. Harapan kita di pemilu bisa terwujud sekarang atau mungkin tertunda, tetapi siapapun yang terpilih dalam pemilu, yang kita harapkan tokoh tersebut bisa membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. (*)
*) PENULIS adalah Mahasiswa Program Studi Psikologi angkatan 2022, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nia-Tania-Mahasiswa-Program-Studi-Psikologi-angkatan-2022.jpg)