Jurnalisme Warga
Teuku Raja Angkasah Versus Singa Afrika
Alkisah, pada tahun 1925 peperangan dahsyat terjadi di wilayah Aceh Selatan, tepatnya di wilayah Bakongan. Salah satu pejuang terbaik Aceh muncul di B
TR Angkasah segera menerjang dengan cepat dan menyodorkan ujung pedangnya ke leher Kapten Paris yang telah tergeletak lemah di atas tanah.
TR Angkasah menusukkan sedikit pedangnya di leher Kapten Paris dan kemudian berkata, “Hai Kapten Paris, Singa Afrika, bukankah hidupmu sudah di ujung maut? Engkau saat ini sudah tidak berdaya, Tuan sudah merasakan bagaimana keganasan Harimau Sumatra bukan? Tuan telah mengenal siapa TR Angkasah. Aku tidak akan menghabisi nyawamu ini dan bukan kebiasaanku membunuh orang dalam keadaan tidak berdaya. Lagi pula ini adalah pertemuan pertama kita sebagai ucapan selamat datang kepadamu di tanah Bakongan, Aceh. Engkau kuberi kesempatan untuk memulihkan diri dan pada saat dirimu telah sembuh aku mengundangmu kembali untuk bertarung satu lawan satu, dan sekarang engkau silakan pulang ke markas kembali.”
Akhirnya Kapten Paris pulang dengan keadaan bersimbah darah. Pasukan TR Angkasah sangat menyayangkan mengapa tidak dihabisi saja komandan penjajah itu dalam keadaan lemah. Inilah sikap jiwa kesatria para pejuang Aceh dalam berjuang tidak mengutamakan sikap sombong serta takabur. Mereka berjuang mati-matian semata-mata Lillahi ta’ala dan berjihad fisabilillah di jalan Allah demi kemerdekaan dan menegakkan Islam di bumi Aceh tercinta.
Sejak saat itu pula, dari beberapa referensi yang saya baca, Kapten Paris mengagumi sikap kesatria TR Angkasah yang belum pernah ia temui sebelumnya. Kapten Paris mulai menghormati patriotisme rakyat Aceh. TR Angkasah adalah pejuang sejati yang menjunjung tinggi sikap seorang ksatria dan patut dijuluki Harimau Sumatra yang terhormat.
Harapan dan saran saya kepada pemerintah dan masyarakat agar supaya lebih perhatian serta peduli terhadap sejarah leluhur kita. Karena, tanpa adanya mereka, kita tidak tahu akan seperti apa negeri kita dan bagaimana pula nasib kita sebagai bangsa hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/M-DIO-KHAIRUL-HISAN.jpg)