Jurnalisme Warga
Serunya Ikut ‘Nyoblos’ di TPS
Seperti masyarakat Indonesia pada umumnya saya dan keluarga menyambut gembira terlaksananya Pemilu 2024. Satu hari sebelum pelaksanaan sudah kami pers
Dalam bilik pencoblosan kita tidak bisa cepat-cepat memilih karena kartu suara terlalu besar sehingga butuh waktu lama untuk membuka dan menutupnya kembali.
Untuk surat pemilihan presiden dan wakil presiden tidak ada kendala karena ukuran kertasnya kecil. Saya pun bertanya dalam hati bagaimana untuk lansia dan orang tua yang tidak dapat membaca ya? Apakah tidak bingung dengan banyaknya pilihan? Terus terang, kalau tidak hafal nomor partai dan nomor caleg sangat sulit untuk memilihnya karena terlalu banyak calon.
Usai mencoblos sang pilihan hati, kemudian kertas suara dimasukan ke dalam kotak sesuai warna surat suara yang dibantu oleh petugas. Setiap pemilih yang sudah mengikuti proses pemilu sebagai bukti harus menandai jarinya dengan tinta ungu, begitu juga dengan kami.
Mengingat masih ada waktu, kami gunakan kesempatan untuk melihat beberapa TPS yang masih panjang antrean pemilihnya. Ada seorang bapak yang terpaksa menunda gilirannya mencoblos karena anaknya menangis. Dia harus diamkan dulu anaknya, baru mencoblos.
Ada juga ibu terpaksa menitipkan putrinya yang menjerit-jerit karena ditinggal dan sudah dipanggil melalui pengeras suara untuk mencoblos. Terpaksalah ibu-ibu yang ada di seputaran TPS mengajak dan menghibur anaknya.
Setelah meninggalkan TPS beberapa waktu, kami datang lagi pada sorenya menyaksikan perhitungan suara untuk presiden. Warga bersorak-sorai ketika pilihannya disebutkan. Di TPS 1 tempat kami memilih, pasangan Anies-Muhaimin unggul. Namun, karena menjelang magrib perhitungan suara untuk DPD ditunda dan dilanjutkan bakda isya.
Pada malamnya walaupun lelah kami dan sekelompok masyarakat tetap semangat mengikut proses perhitungan suara untuk DPD dan DPR RI. Sorak gembira dari pendukung calon mewarnai proses perhitunag suara. Sementara itu, terlihat petugas mulai lelah, tetapi tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 24.00 WIB. Saya pun pulang untuk istirahat karena besok masuk kerja seperti biasa. Sebagai gantinya, suami yang ikut serta menyaksikan proses perhitungan suara sampai tuntas pukul 04.30 pagi.
Proses pemilu sudah selesai, tinggal menunggu hasil akhir yang dihitung secara ‘real count’, bukan ‘quick count’. Siapa pun yang terpilih hendaknya mampu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Perekonomian meningkat dan mampu merangkul seluruh masyarakat untuk saling bekerja sama demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, juga demi Aceh tercinta.
Jurnalisme Warga
Penulis JW
Tahun Politik
Pemilu 2024
Coblos Surat Suara
CHAIRUL BARIAH
Serunya Ikut Nyoblos di TPS
TPS
| Langkahan Pascabanjir: Kesaksian dari Tanah yang Dihantam Bah dan Kayu |
|
|---|
| TKA Aceh di Peringkat 31: Apa yang Salah dengan Pendidikan Kita? |
|
|---|
| Kokurikuler sebagai Jalan Menuju Sekolah Aman Bencana di SMAN 1 Matangkuli |
|
|---|
| Pendidikan Aceh: Sinergi dan Optimis Pascabencana |
|
|---|
| ‘Makjun’ Warisan Leluhur Aceh Patut Mendapat Pengakuan WHO dan UNESCO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/CHAIRUL-BARIAH-Penulis-JW-II.jpg)