Sabtu, 18 April 2026

Kupi Beungoh

Eksistensi Ulama sebagai Penentu Kemenangan AMIN di Aceh

Menelisik lebih jauh bagaimana eksistensi ulama Aceh sebagai komunikator politik untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat.

Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Dana Ismawan - Mahasiswa Pascasarjana Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Peminat Komunikasi Politik. 

Oleh : Dana Ismawan

SERAMBINEWS.COM - Menarik untuk menelisik lebih jauh bagaimana eksistensi ulama Aceh sebagai komunikator politik untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat sekaligus mengupayakan kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar khususnya di Provinsi Aceh.

Pemilihan umum tahun 2024 akan menandai sejumlah perubahan penting dalam peta politik Indonesia kedepan.

Pemilihan umum (Pemilu) merupakan salah satu momen penting dalam proses demokrasi Indonesia.

Sebagaimana pada umumnya negara-negara demokrasi, dianggap bahwa besarnya partisipasi masyarakat akan menciptakan sistem demokrasi yang lebih baik.

Dalam implementasinya, tingginya tingkat partisipasi politik masyarakat menunjukkan bahwa warga negara mengikuti dan memahami masalah politik serta berkeinginan untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

Sebaliknya, rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat pada umumnya dapat ditafsirkan bahwa banyak warga negara yang tidak menaruh perhatian terhadap masalah kenegaraan atau demokrasi.

Secara umum, partisipasi politik dapat diartikan sebagai kegiatan suka rela warga negara dalam proses politik yang dapat menjadi tolak ukur kehidupan demokrasi dalam suatu bangsa.

Partisipasi politik dapat ditunjukkan melalui beberapa tindakan seperti, memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan, hingga melakukan pendekatan atau hubungan dengan pejabat pemerintah maupun anggota parlemen.

Dalam mendorong peningkatan partisipasi masyarakat, peran komunikator politik menjadi sangat krusial.

Komunikator politik berperan vital dalam membentuk persepsi dan pandangan masyarakat terhadap suatu calon yang tengah menjadi kontestan pemilu serta isu-isu politik lain yang dihadapi negara.

Disisi lain, khalayak politik sebagai penerima pesan politik turut memainkan peran penting dalam menentukan arah suatu pemilihan.

Sebagai aktivis dalam kajian komunikator politik, ulama memiliki posisi yang setara sebagai opinion leader atau pemuka pendapat.

Ulama menjadi sosok yang sangat dihormati serta berada pada kedudukan yang sangat penting untuk membentuk tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara khususnya di Provinsi Aceh.

Ulama juga memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi masyarakat Aceh yang kental dengan nuansa nilai syariat Islam, sehingga apa yang disampaikannya mampu menjadi rujukan bagi umat dalam kehidupan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved