Jurnalisme Warga
Bukit Cinta Paya Santewan Indah Semakin Bekilau
Tak lama setelah kunjungan itu dan berkat kesigapan aparat desa yang dikomandoi Keuchik (Kepala Desa) T Saifuna, maka lahan tersebut mulai dibersihkan
M. ZUBAIR, S.H., M.H., warga Gampong Geulanggang Gampong, melaporkan dari Cureh, Kecamatan Kota Juang, Bireuen
Objek wisata di Geulanggang Gampong atau lebih kenal dengan Gampong Cureh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen yang pernah saya reportasekan beberapa kali di media tercinta, Serambi Indonesia ini, makin menunjukkan kemajuannya dengan pembenahan yang terus dipacu.
Awal laporan saya mengenai objek wisata tersebut berjudul ‘Paya Santewan dan Bukit Cinta, Objek Wisata yang Belum Terjamah’. Berkat laporan ‘on the spot’ itu kini lokasi objek wisata yang menjanjikan tersebut telah membuahkan hasil. Dari loksi yang dulunya semak belukar telah menjadi lokasi yang indah dan dikunjungi banyak pengunjung, baik dari Kecamatan Kota Juang maupun kecamatan-kecamatan tetangga.
Terima kasih saya ucapkan kepada Serambi Indonesia yang telah menayangkan tulisan saya. Melalui karya tersebut telah menunjukkan hasil. Berkat publikasi itu bersambut dengan tergeraknya hati aparatur Desa Gelanggang Gampong untuk memikirkan pengemabangan lokasi dimaksud serta inisiatif salah seorang anggota legislatif di Senayan asal Bireuen untuk membantu mewujudkan harapan besar masyarakat desa itu. Setelah reportase tersebut terbit di Serambi Indonesia pada medio Juni 2023, lalu Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud datang ke lokasi untuk melihat kemungkinan pembersihan waduk alam yang dipenuhi ilalang dan Bukit Cinta di atasnya yang ditumbuhi rumpun bambu.
Tak lama setelah kunjungan itu dan berkat kesigapan aparat desa yang dikomandoi Keuchik (Kepala Desa) T Saifuna, maka lahan tersebut mulai dibersihkan menggunakan alat berat (ekskavator) jenis amfibi (apung) yang bisa turun ke air payau.
Berkat kerja keras aparat desa yang didukung masyarakatnya maka lokasi 11 hektare tersebut saat ini telah menjadi lokasi wisata yang ramai dikunjungi. Waduk yang dulunya diselubungi semak belukar, sekarang sudah disulap menjadi besih dan telah digunakan sebagai wahana bermain anak-anak.
Wahana yang sudah ada di Paya Santewan saat ini adalah bebek dayung, bantuan Tgk Amriadi, salah seorang anggota DPRK Bireuen. Bebek dayung ini sangat disukai anak-anak pada sore hari.
Bantuan lainnya untuk pengembangan objek wisata ini pun terus datang. Ada yang dalam bentuk bantuan pembersihan lokasi maupun pembangunan kios-kios di atas Bukit Cinta.
Selain itu, akan ada bantuan dari donatur untuk pembangunan toilet yang representatif. Kini, lokasi yang nan cantik tersebut ramai dikunjungi pada sore hari untuk menikmati keindahan panorama dari atas Bukit Cinta sambil menikmati kuliner yang dijual di kios-kios yang baru saja siap dibangun. Kios-kios tersebut diberi nama dengan nama pohon khas Aceh, seperti Seukee Meuduro, Geulumpang Raya, Geutah Rubeek, Seuntang Merah, Mee Puntong, Ranteng Kunyet, dan sebagainya.
Pada suatu ketika ada saya ceritakan kepada Keuchik T Saifuna bahwa untuk pengembangan objek wisata desa ada baiknya dilakukan studi banding ke Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah yang telah berhasil dalam pengembangan objek wisatanya. Alhamdulillah, saran saya itu bersambut. Dalam suatu kesempatan bimtek ke Pulau Jawa, Keuchik T Saifuna bersama sejumlah keuchik desa lainnya berkempatan mengunjungi Desa Ponggok.
Kunjungan tersebut pun telah membawa hasil, yakni bertambah semangatnya Pak Keuchik bersama aparatur gampong dan masyarakat untuk terus memacu pengembangan objek wisata di Geulanggang Gampong.
Keberhasilan pengembangan objek wisata di Desa Ponggok yang mampu meraup pendapatan asli gampong sampai miliaran rupiah per tahun menjadi pemicu aparatur gampong bersama masyarakatnya untuk terus berpacu sehingga dapat menyejahterakan masyarakatnya dan mengurangi angka pengangguran.
Upaya yang terus dilakukan tersebut saat ini sudah menampakan hasil yakni dengan tumbuhnya perekonomian di lokasi tersebut. Hal itu dapat dilihat dari kios-kios yang sudah terbangun. Semuanya dipergunakan untuk berjualan oleh masyarakat Geulanggang Gampong dengan penerapan peraturan yang dibuat oleh aparatur desa.
Selain itu, di pinggir jalan di atas Bukit Cinta juga berjejer penjaja makanan ringan. Sementara pada sore hari lokasi jalan yang sudah terbangung indah berliku memutar dan mendaki serta menurun di sekililing Paya Santewan juga dipergunakan oleh para ‘crosser’ untuk memperlihatkan kemampuannya bermotor cross. Kegiatan tersebut juga menjadi tontonan mengasyikan bagi pengunjung dari atas Bukit Cinta sambil menikmati kuliner di kios-kios yang dikelola BUMdes Gelanggang Gampong.
Keindahan di Bukit Cinta Paya Santewan Indah pada malam hari juga dapat dinikmati dari atas Bukit Cinta karena sekeliling Paya Santewan telah dipasang lampu yang menerangi jalan di sekeliling payau tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/M-ZUBAIR-SH-MH-BARU.jpg)