Kupi Beungoh

Pentingnya Pendidikan dan Kolaborasi Lintas Profesi Kesehatan

Kesenjangan sosial di Indonesia yang signifikan antara dokter dan perawat menyebabkan perdebatan di kalangan tenaga kesehatan.

|
Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Ns. Alfiatur Rahmi, S.Kep 

Mahasiswa Aceh menghadapi banyak masalah saat menerapkan konsep ini. Aceh memiliki perbedaan budaya dan bahasa antara mahasiswa dapat menjadi hambatan utama dalam proses belajar bersama.

Hal ini dapat menyebabkan kerja sama antar profesional menjadi kurang efektif.

Penting untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menyadari kompleksitas situasi di lapangan, memfasilitasi penerapan konsep IPE dan IPC di lapangan.

Kurikulum pendidikan kadang-kadang tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi nyata, sehingga mahasiswa tidak termotivasi untuk terlibat dalam aktivitas IPE dan IPC.

Institusi pendidikan dan masyarakat harus menyediakan fasilitas, mendidik dan menyebarkan prinsip kerja sama lintas disiplin untuk membantu siswa menghadapi kesulitan.

Fakta dan masalah yang muncul selama pelaksanaan IPE dan IPC di Aceh menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran harus diubah.

Semua pihak harus mendukung sepenuhnya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan keterampilan kolaboratif mahasiswa.

“Sebagai mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala, saya menyadari bahwa interaksi antara fakultas kesehatan cenderung minim.

Hal ini tercermin dari kurangnya saling mengenal, bahkan setelah melakukan kegiatan bersama.

Kondisi ini menciptakan kesempatan untuk meningkatkan kolaborasi melalui IPE dan IPC.

Penting untuk merangkul perspektif yang berbeda dari fakultas kesehatan lainnya.

Melalui IPE, mahasiswa dapat membangun pemahaman yang holistik terhadap peran dan kontribusi masing-masing disiplin ilmu.

Sehingga diharapkan akan tercipta kesadaran akan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam praktik kesehatan”.

Komitmen terhadap kualitas IPE dan IPC dapat memperkuat hubungan antar fakultas.

Mahasiswa akan terpapar pada beragam sudut pandang dan pendekatan dalam menyelesaikan tantangan kesehatan apabila terlibat dengan dosen dan praktisi kesehatan dari berbagai disiplin ilmu.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved