Perang Gaza

Keluarga Sandera Israel Minta PM Netanyahu Mundur atau Gencatan Senjata: Saatnya Bertanggung Jawab

“Ini saatnya menerima tanggung jawab, menunjukkan keberanian, dan mengabaikan tekanan politik,” tulis mereka kepada Netanyahu

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
AFP
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu 

Keluarga Sandera Israel Minta PM Netanyahu Mundur atau Gencatan Senjata: Saatnya Bertanggung Jawab

SERAMBINEWS.COM - Keluarga para tahanan Zionis menuntut Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu untuk memilih antara mengundurkan diri atau mencapai gencatan senjata dengan Hamas di Gaza.

Hal itu diungkapkan oleh keluarga para tahanan Zionis dalam sebuah surat terbuka kepada Netanyahu.

Dia isi surat tersebut mereka meminta PM Netanyahu  untuk mengundurkan diri jika dia tidak dapat menahan tekanan politik dari menteri kabinetnya untuk mencegah penandatanganan perjanjian gencatan senjata dengan perlawanan Palestina.

“Ini saatnya menerima tanggung jawab, menunjukkan keberanian, dan mengabaikan tekanan politik,” tulis mereka kepada Netanyahu, dikutip dari IRNA, Senin (6/5/2024).

Mereka mengingatkan Netanyahu akan janjinya untuk membebaskan para tawanan perang.

Keluarga tahanan Zionis ini juga menyatakan bahwa mereka tidak akan memaafkan perdana menteri Israel jika dia melewatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Baca juga: IDF Bingung Kenapa Irone Dome Tak Lagi Bekerja saat Roket Hamas Hantam dan Tewaskan Tentara Israel

Ribuan pengunjuk rasa memadati Tel Aviv untuk menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan kabinet sayap kanannya mengundurkan diri.

Para pengunjuk rasa juga menyerukan pembebasan segera para tawanan yang ditahan di Gaza dan penandatanganan perjanjian pertukaran tahanan dengan kelompok perlawanan Palestina.

Menurut media Israel, warga Yahudi menutup Jalan Kaplan di Tel Aviv karena marah atas kebijakan rezim tersebut.

Keluarga para tawanan Israel mengeluarkan pernyataan, mengatakan bahwa Israel ingin para tawanan itu hidup dan setuju untuk membayar konsekuensinya.

Namun Netanyahu lebih memilih aliansi dengan Ben-Gvir dan Smotrich, mengacu pada dua politisi sayap kanan yang telah menjadi tawanan Israel di garis depan perang genosida di Gaza.

Jika harga pengembalian para tawanan adalah menghentikan perang, maka perang ini harus segera dihentikan, demikian tuntutan para pengunjuk rasa dan anggota keluarga mereka.

 

Negosiasi Berakhir, Israel Ngotot Mau Perang Terus, Delegasi Hamas Tinggal Meja Perundingan

Perlawanan Palestina Hamas menegaskan bahwa perundingan dengan Israel telah berakhir dan delegasi akan meninggalkan Kairo malam ini, untuk berkonsultasi dengan pimpinan gerakan tersebut di Doha, Qatar.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved