Jurnalisme Warga

Menikmati Keindahan Aceh hingga ke Ujung Barat

Saya adalah salah satu anggota Kelompok Seudati yang beanggotakan 27 orang. Perjalanan ke Sabang ini adalah Modul Nusantara kebinekaan kami yang ke-11

Editor: mufti
IST
HAIRUN NISA, Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan 4 Inbound Unmuha Aceh dari Universitas Muhammadiyah Pontianak, melaporkan dari Banda Aceh 

Hotel tempat kami menginap selama semalam ini berada di tepian pantai dan bersebrangan  dengan Pulau Rubiah. Namanya, Jelita Bungalow yang menawarkan pengalaman menginap dengan sensasi unik di tengah keindahan alam Pulau Weh. Sangat ‘recommended’ untuk coba menginap di sini.

Dengan desain yang terinspirasi oleh keindahan alam sekitarnya, serta teras pribadi yang menghadap ke laut, Jelita Bungalow memberikan kesempatan untuk menikmati keindahan alam dengan kenyamanan yang maksimal. Juga ditawarkan fasilitas snorkeling, diving, dan trekking untuk mengeksplorasi keindahan bawah laut dan hutan tropis Pulau Weh.

Pukul 16.00 WIB, kami melanjutkan tur menuju Gua Sarang dan Tugu Kilometer 0 Indonesia. Gua Sarang adalah gua yang menakjubkan di Pulau Weh. Dikenal karena formasi batu-batunya yang unik dan pantulan air laut yang memancar di dalam gua, menciptakan pemandangan yang memukau.

Sementara itu, saat kami berkunjung ke  Kilometer 0 yang merupakan titik nol yang menandai ujung barat Indonesia, pemandangan lautannya sangat luas  dan memesona. Tempat ini menjadi ikonik sebagai titik awal dari petualangan di Indonesia.

Karena terbatasnya waktu, pada pukul 19.00 WIB kami sudah harus kembal ke hotel untuk persiapan makan malam dan istirahat.

Tak ingin melewatkan kesempatan yang ada, kami sempatkan berkumpul pada malamnya yang kami sebut malam keakraban. Diisi dengan kegiatan bakar-bakar jagung sambil bernyanyi riang gembira di tepian pantai yang lokasinya di depan hotel tempat kami menginap. Pada pukul 23.00 seluruh peserta kembali ke hotel dan beristirahat.

Pada hari ke-2, pukul 06.30 WIB, seluruh peserta sudah bersiap untuk sarapan dan persiapan snorkeling ke Pulau Rubiah. Penyeberangan ke Rubiah dimulai pukul 08.00 WIB. Dengan sudah mengenakan perlengkapan senorkeling, seluruh peserta naik kapal tradisional kayu atau di sini disbut boat kaca (bottom glass) selama kurang lebih 15 menit penyeberangan.

Waktu yang diberikan kepada kami lumayan lama, yakni tiga jam untuk menikmati keindahan bawah laut Pulau Rubiah.

Setelahnya, kami kembali ke hotel pukul 11.00 WIB untuk bersih-bersih, makan siang, check out dan persiapan tur selanjutnya, yakni ke Pantai Freddies Sumur 3.

Perjalanan menuju Freddies Sumur 3 dimulai pukul 14.30 WIB. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan airnya yang jernih. Pantainya yang luas memberikan pemandangan yang menakjubkan, terutama saat matahari terbenam.

Suasana tenang dan alami membuatnya menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam. Lagi-lagi karena dikejar waktu mengharuskan kami bergegas kembali ke bus untuk segera ke Pelabuhan Balohan. Keberangkatan kapal menuju Banda Aceh pada pukul 16.30 WIB, tapi sebelum itu kami sempat mengunjungi pantai Ujung Karang sekitaran 30 menit dan segera menuju ke Balohan untuk kembali ke Banda Aceh.

Kesan perjalanan

Ketika berkunjung ke kota ini kami sangat menikmati walaupun terbilang singkat. Hal ini dibuktikan dengan terlihatnya raut wajah bahagia teman-teman seperjalanan saat berkunjung dan melakukan aneka kegiatan selama di Kota Sabang.

Kepulangan kami dari Sabang kembali ke Banda Aceh sedikit memberikan rasa pilu, sebab harus meninggalkan segala keindahan Pulau Sabang dan tidak tahu kapan akan mengunjunginya lagi. Ada harapan jauh di dalam hati agar suatu hari bisa kembali mengunjungi tempat ini bersama orang-orang terkasih.

Kota Sabang dengan segala keindahanya sudah memberikan kenangan manis bagi kami. Kota yang memikat hati setiap pengunjung dengan pesona alam yang dimilikinya. Nantikan, aku ‘kan kembali ke sini. >

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved