Opini

Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas

Tulisan ini mencoba memaknakan kalimat Gubernur tersebut dengan harapan agar semua kita dapat memosisikan diri sebagai muslim yang tentunya harus beke

Editor: mufti
IST
Dr Munawar A Djalil MA, Pegiat Dakwah dan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh 

Karakter muslim

Allah membimbing manusia agar memiliki tujuan yang menjulang tinggi tak terbatas pada dimensi keduniawian yang fana ini tetapi menembus dimensi ukhrawi yang abadi agar dalam diri manusia tumbuh dan berkembang nuansa amal shaleh dan ketaqwaan dalam menangani setiap kerja yang dipercayakan kepadanya.

Dalam tataran implementasinya karakter tersebut baru bisa tumbuh dalam diri seseorang apabila ia memiliki obsesi dan cita-cita yang tinggi (Himmah ‘Aliyah). Sebab obsesi dan cita-cita tersebut akan senantiasa memunculkan energi baru untuk menatap masa depan dengan penuh kegairahan dan mengharap ridha Allah.(Al-baqarah: 207).

Gambaran dan tujuan hidup yang kita miliki pun juga dapat memengaruhi gaya hidup. Gaya hidup menjadi salah satu ciri khas masyarakat modern. Gaya hidup islami menjadi model dan sekaligus sebagai kontrol bagi pribadi dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Gaya hidup yang dimaksudkan adalah mencakup sikapnya terhadap kehidupan dan kerjanya. Sikapnya dalam hal-hal rutin menyangkut kepribadian dan caranya menangani pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.

Karakter utama seorang muslim adalah kedudukan kekhalifahannya yang tinggi, ia memandang dirinya sebagai khalifah Allah yang dipercayakan memimpin bumi ini ke arah yang lebih baik. Berdasarkan prinsip ini maka ia melihat kerjanya sebagai keharusan dalam tugas kekhalifahan tersebut yang kelak akan dipertanggungjawabkannya di depan mahkamah Allah swt.

Dengan demikian kerja adalah tugas yang seakan sakral dan tidak bisa ditangani secara main-main. Memang dunia diibaratkan sebagai panggung sandiwara, tetapi aktivitas di dalamnya adalah sebagai sesuatu yang sangat serius.
Akhirnya, kita yang memiliki gambaran dan tujuan hidup masa depan (akhirat) dalam menjalankan tugas sehari-hari selalu memandang pekerjaan sebagai ibadah atau amal bahkan jihad dan zikir yang menyebabkan ia menanganinya secara sungguh-sungguh, sistematis dan terukur.

Begitulah hari-hari, ia mengisi kerjanya dalam nuansa islami sehingga kemudian kerja dan apa yang diperolehnya menjadi berkah, membawa kepada kemajuan dan produktivitas yang tinggi serta kebahagiaan dan kesuksesan. Sementara di hari kemudian ia diminta pertanggungjawaban dan Insya Allah akan memperoleh keselamatan. Maka untuk itu butuh kerja cerdas dan kerja ikhlas, Allahu 'alam.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved