Konflik Palestina vs Israel
Tajam! Wapres AS Kamala Harris ke PM Israel Netanyahu soal Penderitaan Gaza: Saya Tak akan Diam
Tajam! Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS), Kamala Harris mendesak Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyepakati gencatan senjata
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
"Karena Israel telah menyelamatkan warga sipil dari bahaya," klaim Netanyahu dalam pidatonya sebagaimana dilansir dari Times of Israel, Kamis pagi.
Menurutnya, Israel telah menerapkan lebih banyak tindakan untuk melindungi warga sipil daripada kekuatan lain mana pun dalam sejarah.
"Perang di Gaza memiliki salah satu rasio kombatan terhadap non-kombatan terendah dalam sejarah perang perkotaan," ungkap Netanyahu.
PM Israel itu menekankan, salah satu tingkat korban sipil terendah terjadi di Rafah, tempat sejumlah pemimpin internasional memperingatkan akan jatuhnya korban sipil yang sangat besar jika Israel masuk.
Prediksi tersebut menurut Netanyahu tidak terbukti saat itu terjadi.
Faktanya: Serangan Israel di Rafah, 40 Warga Terpanggang Hidup-hidup
Sementara diberitakan sebelumnya, Jumlah korban meninggal akibat serangan mematikan Israel terhadap kamp pengungsian di Tal as-Sultan, Rafah telah meningkat.
Sebanyak menjadi 40 orang meninggal Mei lalu, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan bahwa banyak orang di dalam tenda “dibakar hidup-hidup”.
PRCS juga mengatakan bahwa rumah sakit di wilayah tersebut tidak mampu menangani sejumlah besar korban akibat serangan biadab yang dilancarkan oleh Israel.
Sumber lokal juga mengatakan bahwa setidaknya delapan rudal menghantam kamp tenda, yang baru-baru ini didirikan di dekat gudang UNRWA.
Saksi mengatakan bahwa rudal menghantam kamp tersebut pada hari Minggu (26/5/2024), sekitar pukul 20.45 waktu setempat.
Badan pengecekan fakta Sanad, Al Jazeera mengatakan serangan itu menargetkan kamp Brix di sebelah barat kota Rafah.
Foto udara yang diambil pada 24 Mei menunjukkan ratusan tenda di kawasan tersebut, yang dekat dengan gudang UNRWA.
Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar, yang berhasil dipadamkan oleh tim Pertahanan Sipil Palestina setelah sekitar 45 menit.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.