Kupi Beungoh

Refleksi Sosial dan 'Gol Bunuh Diri'

Menyerang kubu sendiri tidak hanya merusak diri sendiri tetapi juga melemahkan keseluruhan komunitas atau kelompok yang kita miliki.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Wasekjen TASTAFI Sumatera Utara & Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah Aceh, Tgk. Alwy Akbar Al Khalidi, SH., MH 

Kita boleh tidak sepakat dengan siapa pun—dengan tokoh, ulama, nabi, bahkan dengan Allah sekalipun—karena Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih agamanya sendiri.

Namun, ketidaksetujuan itu tidak berarti kita boleh tidak menghormatinya, apalagi mencelanya.

Semua manusia harus dihormati sebagai manusia, walaupun kita boleh tidak menyukai perilakunya.

Mengkritik seseorang, termasuk tokoh dan ulama, harus dilakukan dengan santun agar tidak melukai hatinya.

Kritik yang hanya berupa umpatan, atau cercaan bukanlah kritik yang konstruktif, melainkan penghinaan.

Dalam konteks ini, penting untuk membedakan antara kritik yang membangun dan penghinaan yang hanya bertujuan untuk merendahkan orang lain.

Allah SWT berfirman: "Sungguh, Kami (Allah) memuliakan anak keturunan Adam" (QS. Al-Isra: 70).

Jika Sang Pencipta sendiri menghormati manusia, bagaimana mungkin kita, sesama manusia, saling mencela? Itu manusia biasa.

Apalagi ulama, tentu dalam nash lain juga Allah muliakan.

Ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya menghormati sesama manusia, terlepas dari perbedaan pandangan atau keyakinan yang kita miliki.

Dalam Islam, menghormati orang lain adalah bagian dari adab yang harus dijunjung tinggi.

Rasulullah SAW bersabda: "Bukan termasuk umatku siapa yang tidak memuliakan orang yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan mengetahui hak-hak orang alim" (HR. Ubadah bin Shamit).

Hadis ini menekankan pentingnya menghormati hierarki sosial dan menghargai ilmu.

Orang alim atau ulama memiliki kedudukan yang tinggi karena pengetahuan dan kebijaksanaannya, dan oleh karena itu, mereka layak mendapatkan penghormatan dari umat.

Al-Alusi mengatakan: "Istihza’ artinya merendahkan dan mengolok-olok."

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved