Opini

Hardikda, Antara Prestasi dan Distorsi Karakter

Pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional 2024, siswa terbaik tanah rencong mempersembahkan 1 perak dan 2 perunggu.

Editor: mufti
IST
Feri Irawan SSi MPd, Kepala SMKN 1 Jeunieb dan Ketua IGI Daerah Bireuen 

Penguatan karakter

Akhir-akhir ini masyarakat dikejutkan dengan kejadian guru sering dilecehkan dimana siswa berani memukul/mengerjai guru. Kedisiplinan siswa sudah memudar dalam realita sehari-hari. Hasil penelitian  Marvin Berkowitz pakar pendidikan karakter dari University of Missouri, St. Lois ternyata pendidikan karakter memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan motivasi siswa untuk meraih prestasi.

Pendidikan berkarakter harus menjadi fokus utama dalam memperbaiki sistem pendidikan di Aceh. Karakter yang baik, seperti memiliki moral yang tinggi, kedisiplinan, dan tanggung jawab, sangat penting bagi anak didik dalam membentuk kepribadian mereka. Oleh karena itu, pendidikan berkarakter harus menjadi prioritas bagi para pendidik di Aceh.

Dengan begitu, Hardikda ke-65 benar-benar menjadi kebangkitan dan kemajuan bagi pendidikan Aceh ke depan. Target pendidikan Aceh ke depan adanya peningkatan pada kualitas karakter yang ditandai dengan terwujudnya nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yang unggul, kompeten, pembelajar sepanjang hayat, dan berkesejahteraan. Dan, target prestasi pendidikan Aceh ke depan bisa tercapai, bahkan melampaui target.

Ukuran kualitas pendidikan Aceh bukan hanya pada prestasi dan perolehan medali. Namun, lebih jauh sebagai upaya mewujudkan generasi Aceh yang sehat jiwanya, bugar raganya, dan kuat karakternya menuju Aceh yang tangguh, unggul, dan maju.

Dengan demikian, distorsi dalam segi moral yang melanda karakter siswa saat ini, salah satunya dapat dibangun melalui pendidikan olahraga. Maka sudah tepat sekali tema Hardikda tahun ini bertemakan “Membangun Karakter Siswa Melalui Pendidikan Olahraga”. Pendekatan dengan pendidikan olahraga itu sendiri dapat dilakukan kepada siswa di kelas, sekolah ataupun di dalam rumah.

Menurut Toho Cholik Mutohir, Tenaga Ahli Bidang Olahraga Unnes, pendidikan karakter dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan belajar mengajar yang diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran. Sebab, pendidikan jasmani tersebut tidak sekadar gerak badan, tapi juga alat yang strategis untuk membina karakter.

Dalam olahraga mengandung nilai-nilai kejujuran dan sportivitas. Karena itu, merupakan langkah sangat maju untuk memosisikan kembali olahraga dalam pembentukan karakter. Dengan kegiatan olahraga para siswa dapat keluar dari isu-isu yang sekarang sedang merebak seperti kesehatan mental (mental health), disfungsi keluarga, hingga perundungan (bullying).

Selamat Hardikda, semoga guru-guru di Aceh mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah swt sehingga mampu mengemban perubahan dunia Pendidikan Aceh. Doa dan harapan ini sejalan dengan datangnya angin perubahan yang mulai terdengung. Aceh Pasti Bisa. Salam Edukasi!

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved