Kamis, 23 April 2026

Kupi Beungoh

Mengarungi Gelombang Inflasi Aceh di Tahun 2024

Rendah dan stabilnya gelombang inflasi, berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di Aceh.

Editor: Firdha Ustin
FOR SERAMBINEWS.COM
Hendy Hadiyan, Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi Daerah Bank Indonesia Provinsi Aceh. 

Gejolak harga yang terjadi pada tahun 2024 dapat menimbulkan beberapa gelombang inflasi yang tinggi di Aceh.

Gelombang pertama terjadi pada awal tahun karena dorongan meningkatnya permintaan saat penyelenggaraan Pemilu di Aceh.

Selain itu, ketersediaan pasokan pangan juga terganggu karena kondisi iklim yang tidak mendukung pencapaian produksi beberapa komoditas pangan strategis.

Pada periode ini, yaitu bulan Januari inflasi Aceh meningkat mencapai 2,12 % (yoy) atau 0,42 (mtm).

Gelombang kedua juga kembali terjadi karena meningkatnya dorongan permintaan berbagai komoditas yaitu pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yaitu pada bulan puasa dan Idul Fitri.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, THR kepada ASN pertama kali setelah Covid-19 diberikan sebesar 100 % .

Hal ini berdampak pada meningkatnya harga komoditas beras, cabai merah, dan sigaret kretek mesin sehingga inflasi Aceh menjadi sebesar 3,26 % (yoy) pada bulan Maret dan 3,14 % (yoy) pada bulan April.

Momen Idul Adha di Aceh menjadi gelombang ketiga pendorong inflasi.

Dorongan inflasi pada periode Idul Adha di Aceh lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya, karena terdapat penambahan hari libur sebanyak 2 (dua) hari, sehingga total menjadi 4 (empat) hari libur.

Selain itu, di Provinsi Aceh juga terdapat tunjangan khusus Meugang pada HBKN Iduladha yang dapat meningkatkan permintaan berbagai komoditas saat masa libur tersebut.

Hal ini tercermin dari kenaikan harga beberapa komoditas yaitu komoditas beras, cabai merah, dan bawang merah. Meningkatnya harga berbagai komoditas tersebut menyebabkan inflasi Aceh pada bulan Juni mencapai 3,09 % (yoy).

Hingga bulan Agustus 2024, inflasi di Provinsi Aceh masih terjaga sesuai rentang sasaran inflasi nasional yaitu 2,5±1 % (yoy).

Pada periode tersebut, inflasi Aceh mencapai 2,29 % (yoy). Meskipun berada dalam tren yang membaik, namun masih lebih tinggi di atas inflasi Nasional yang mencapai 2,12 % (yoy).

Inflasi di bulan Agustus terutama disebabkan oleh adanya peningkatan biaya Pendidikan, seiring dimulainya tahun ajaran baru pada bulan Juli yang kemudian kenaikan tersebut tercatat pada bulan Agustus.

Meskipun inflasi Aceh sampai Agustus masih terjaga, namun gelombang inflasi berikutnya patut untuk diwaspadai yaitu pada momen penyelenggaraan PON XXI di Aceh-Sumut.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved