KUPI BEUNGOH

Bustami Bakal 'Dimenangkan' Mualem 

Mualem tak akan pernah bisa menjadi tokoh Aceh. Mualem tak akan pernah belajar dari kesalahan. 

Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Murdani Abdullah, mantan Sekretaris Juru Bicara DPA Partai Aceh 

Dari sisi kesetiaan, hal ini mungkin bisa dibenarkan dan dimaklumi. Namun kondisi pembelaan dengan metode 'apit parang putong' akan berefek tak baik bagi Mualem untuk jangka panjang. 

Mualem tak akan pernah bisa menjadi tokoh Aceh. Mualem tak akan pernah belajar dari kesalahan. 

Sebaliknya, publik akan menilai bahwa kualitas pendukung Mualem masih di bawah standar. 

Padahal, cita-cita yang diusung 'kaum ideologi' di Aceh bukanlah sebatas mengikuti pilkada dan pileg per 5 tahun sekali.

Hingga akhirnya, publik bisa menyimpulkan, bagaimana menitipkan masa depan Aceh pada sosok yang tak mau belajar dari kesalahan. Minimal memperbaiki kesalahan tata bahasa.

Penulis yakin, salah ucap atau salah data bukanlah yang pertama dan terakhir bagi Mualem. 

Baca juga: Bek Ulok-ulok ke Mualem

Baca juga: VIDEO Selama PON XXI Aceh Sumut, 21 Ribu Lebih Warga dan Wisatawan Berkunjung ke KM Kelud

Paling riskan, kondisi ini akan berlangsung selama tahapan Pilkada Aceh 2024. Dimana, setiap kesalahan ucapan atau tata bahasa Mualem akan menjadi komoditi politik bagi tim lainnya. 

Selain itu, yang menjadi catatan penting, setiap kesalahan yang terjadi justru menjadi cara lain bagi Mualem untuk memenangkan Bustami Hamzah di Pilkada 2024.

Demikian juga dengan para pendukung yang 'apit parang puntong' di media sosial. Ini hanya akan membuktikan bahwa klaim negatif kelompok lain benar adanya.

Kritik harusnya disikapi positif. Jika ada kesalahan harusnya diperbaiki serta bukan dibenarkan. Kesalahan yang terlanjur harus diakhiri dengan minta maaf. 

Butuh kedewasaan untuk menjadi pemimpin Aceh. Dan sebagai orang yang pernah menjadi salah satu bagian dari partai besar di Aceh, penulis berharap kekurangan yang terjadi selama ini bisa segera terperbaiki. 

Jika tidak, untuk Pilkada 2024, apapun upaya yang dilakukan, sama dengan cara lain untuk memenangkan Bustami Hamzah sebagai gubernur Aceh 2024.

Sekali lagi, tulisan ini hanya catatan kecil penulis dengan harapan adanya pembenahan kedepan.(*)

*) PENULIS  adalah mantan Sekretaris Juru Bicara DPA Partai Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca juga: Fadhil Rahmi Menangis Ceritakan Sosok Tu Sop: Ayah tidak Tergantikan, Saya Hanya Meneruskan

Baca juga: NasDem Sebut UAS Bakal Kampanye di Aceh untuk Bustami Hamzah-M Fadhil Rahmi

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved