Kupi Beungoh
Bola Liar Politik Aceh
Di media massa terlihat Tu Bulqaini tampil “membai’at” Syech Fadhil dan Om Bus untuk meneruskan tongkat estafet almarhum Tu Sop
Pundi Suara Pemilih
Mencermati sejumlah data di atas, dapat dikatakan bahwa Syech Fadhil bukanlah alumni dayah tradisional, sehingga keilmuan beliau tidak berbasis ulama dayah.
Bisa dikatakan ia bukan representasi Tu Sop dari aspek kelembagaan pendidikan yang digelutinya.
Hanya saja Syech Fadhil memiliki hubungan yang dekat dengan kalangan ulama kharismatik dayah, konon lagi melalui pertemanannya dengan pendakwah kondang nasional; Ustaz Abdus Somad (UAS), sehingga ia juga memiliki jaringan silaturrahmi dengan kalangan ulama nasional lainnya.
Syech Fadhil juga memiliki jaringan diplomasi luar negeri melalui pengalaman studi di Timur Tengah dan organisasi IKAT.
Lalu sebagai mantan senator, tentu saja ia memiliki jaringan politik dengan Jakarta.
Berdasarkan biodata singkat ini sosok Syeck Fadhil sebagai pengganti alm Tu Sop sebagai calon wakil gubernur mendampingi Om Bus harus diperhitungkan oleh kandidat lainnya.
Baca juga: Semua Pemimpin Aceh Diajak Wujudkan Lima Peta Jalan Dakwah almarhum Tu Sop
Pertanyaan menarik lainnya adalah bagaimana reaksi dan penerimaan kalangan santri dan ulama dayah dan kemungkinan memperoleh dukungan suara mereka di pilkada gubenur dan wakil gubernur nanti?
Tentu saja hal ini waktu yang akan menjawabnya nanti. Untuk saat ini memang harus diakui bahwa popularitas Syeck Fadhil di kalangan santri dan ulama dayah tidak sepopuler Tu Sop.
Oleh karena itu boleh jadi tidak semua suara dari pendukung Tu Sop akan berlanjut ke Syech Fadhil.
Dalam hal ini bisa saja para santri dan ulama dayah yang sebelum ini mendukung Om Bus-Tu Sop akan meninggalkan Om Bus-Syech Fadhil.
Namun jikapun prediksi ini terjadi tidak berarti pasangan Om Bus-Syech Fadhil kehilangan suara.
Kita harus memperhitungkan bahwa suara pemilih Syech Fadhil sebagai calon anggota DPD RI pada pemilu legeslatif kemarin cukup besar jumlahnya (137.754 suara) atau diurutan kelima.
Jadi jika jumlah pemilih ini bertahan dan ditambah dengan suara dari pemilih Om Bus maka dipastikan pilgub-pilwagub kali ini cukup bersaing.
Konon lagi jika sejumlah ulama dayah yang berada di belakang paslon ini mampu meyakinkan para santri dayah di seluruh Aceh untuk memberikan suaranya kepada Om Bus dan Syech Fadhil.
| Dari Thaif ke Aceh: Makna Isra Mikraj di Tengah Bencana |
|
|---|
| Jaga Marwah USK: Biarkan Kompetisi Rektor Bergulir dengan Tenang dan Beradab |
|
|---|
| Banjir Aceh yang Menghapus Sebuah Kampung |
|
|---|
| Serambi Indonesia Cahaya yang tak Padam di Era Digital |
|
|---|
| Ekoteologi Islam: Peringatan Iman atas Kerusakan Lingkungan dan Bencana Ekologis Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhibuddin-Hanafiah_Akademisi-UIN-Ar-Raniry-Darussalam-Banda-Aceh.jpg)