Breaking News

Konflik Palestina vs Israel

AS Tekan Netanyahu Agar Tidak Sembrono, Ingatkan Israel Supaya Tidak Membuat Perang Besar

“Sekarang ada dua Israel yang berbeda, satu di berbagai medan (pertempuran) dan satu di dalam negeri,” katanya. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
AP Photo/Susan Walsh
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. 

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sebagian besar dari 20 roket yang diluncurkan ke Haifa dari Lebanon pagi ini berhasil dicegat, sementara sisanya jatuh di area terbuka. 

Sirene berbunyi sekitar pukul 7 pagi waktu setempat.

Sirene berbunyi sekitar 20 menit kemudian di wilayah Galilea Atas. 

IDF mengatakan beberapa roket yang ditembakkan dari Lebanon berhasil dicegat dan sisanya jatuh di area terbuka.

IDF mengatakan mereka juga telah mencegat “pesawat musuh” yang memasuki wilayah Israel dari timur.

 

Hizbullah Sergap Pasukan Khusus IDF yang Menyusup ke Lebanon Selatan

Pejuang Perlawanan Islam menewaskan belasan pasukan angkatan bersenjata Israel atau IDF saat menyusu ke Lebanon Selatan.

Jaringan televisi Lebanon, Al Mayadeen mengungkapkan penyergapan terhadap pasukan zionis tersebut dilakukan di wilayah Odeisseh di Lebanon Selatan, Rabu (2/10/2024) dini hari.

Sumber Hizbullah mengatakan, strategi penyergapan tersebut dilakukan setelah Israel mengambil jalan penyerangan darat ke Lebanon untuk membasmi Hizbullah.

Diungkapkan, para pejuang Perlawanan Islam telah memantau pasukan pengintai Israel pada dini hari Selasa saat mereka bergerak melalui area tertutup di Odeisseh. 

Meskipun mendeteksi pasukan musuh, para pejuang Perlawanan menahan diri untuk tidak menyerang mereka, sehingga misi pengintaian Israel seperti lancar-lancar saja.

Berdasarkan pergerakan dan perilaku pasukan Israel, para pejuang Perlawanan menyiapkan penyergapan lanjutan di wilayah al-Mahafer/Odeisseh, kata sumber tersebut. 

 Mereka memilih lokasi strategis di dalam sebuah rumah di area tersebut sebagai lokasi pilihan mereka.

Pada dini hari Rabu, lebih dari 30 tentara dan perwira Israel mulai bergerak maju secara diam-diam ke zona penyergapan.

Pasukan Israel, yang tidak menyadari adanya jebakan tersebut, bergerak mendekati posisi Perlawanan, kata sumber tersebut. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved