Konflik Palestina vs Israel

Keluarga Israel Mengolok PM Netanyahu, Bikin Pemimpin Zionis Diam Tak Bergerak: Shame On You

Sejumlah orang berteriak ‘Shame on You (malu pada Anda)" dan menyebabkan keributan, membuat Netanyahu segera mengakhiri pidatonya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/X
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu diam tak bergerak ketika dicemooh oleh keluarga tawanan Israel. 

Keluarga Israel Mengolok PM Netanyahu, Bikin Pemimpin Zionis Diam Tak Bergerak: Shame On You

SERAMBINEWS.COM – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu diam tak bergerak ketika dicemooh oleh keluarga tawanan Israel.

Peristiwa itu terjadi ketika Netanyahu saat memberikan pidato pubik di al-Quds yang diduduki pada Minggu, (27/10/2024).

Saat berpidato, pemimpin Zionis itu dihentikan oleh keluarga tawanan Israel yang masih ditahan di Gaza

Netanyahu berdiri tak bergerak di sebuah panggung selama acara pada hari Minggu, sementara penonton berteriak dan mengganggunya selama lebih dari satu menit.

Sejumlah orang berteriak ‘Shame on You (malu pada Anda)" dan menyebabkan keributan, membuat Netanyahu segera mengakhiri pidatonya.

Menurut laporan media Israel, acara tersebut awalnya direncanakan tanpa komentar dari anggota keluarga tawanan karena takut mengkritik Netanyahu dan anggota kabinetnya.

Namun tekanan publik dan internasional telah meningkat terhadap pemerintahan Netanyahu untuk berbuat lebih banyak guna membebaskan tawanan yang masih berada di Gaza.

Tekanan di Israel juga berkeras kepada Netanyahu untuk mengakhiri agresi di Gaza, yang telah diperingatkan oleh banyak organisasi hak asasi manusia akan menimbulkan dampak bencana bagi penduduk Palestina .

Sementara itu, Netanyahu menekankan bahwa Israe" terlibat dalam " perang eksistensial yang sulit," yang menanggung biaya menyakitkan di sepanjang jalan.

Pernyataan Netanyahu menyusul operasi perlawanan yang dilakukan secara mendadak di dekat pangkalan Glilot milik pendudukan Israel, sebelah utara Tel Aviv.  

"Kami menunggu investigasi akhir atas insiden Glilot," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant menyatakan bahwa upaya untuk memulangkan tawanan Israel dari Gaza “akan membutuhkan konsesi yang menyakitkan dari pihak kita,".

Mencatat bahwa "tidak semua tujuan dapat dicapai melalui tindakan militer, dan kekuatan bukanlah pengganti untuk segalanya."

Pernyataan Netanyahu dan Gallant didahului oleh pernyataan pejabat militer Israel, yang mengindikasikan bahwa mungkin sudah waktunya bagi pemerintah Israel untuk menyatakan kesiapan menghentikan perang di Gaza dengan imbalan pengembalian para tawanan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved