Konflik Palestina vs Israel

Keluarga Israel Mengolok PM Netanyahu, Bikin Pemimpin Zionis Diam Tak Bergerak: Shame On You

Sejumlah orang berteriak ‘Shame on You (malu pada Anda)" dan menyebabkan keributan, membuat Netanyahu segera mengakhiri pidatonya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/X
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu diam tak bergerak ketika dicemooh oleh keluarga tawanan Israel. 

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), Jamil Mezher, menanggapi upaya AS untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.

"Upaya pemerintah AS difokuskan pada pencapaian ketenangan yang menipu demi kepentingan elektoralnya,” ucapnya.

Oleh karena itu, Mezher menekankan bahwa PFLP "dengan tegas menolak segala upaya untuk mengakhiri gencatan senjata sementara berdasarkan persyaratan Zionis dan Amerika yang bertujuan untuk mendinginkan situasi yang berkaitan dengan pemilu."  

Namun, Mezher menjelaskan, "Kami menanggapi dengan sangat positif setiap gagasan yang mengarah pada penghentian total agresi dan penarikan penuh pasukan pendudukan."

Dalam pernyataan, pejabat senior Hamas Mahmoud Mardawi mengartikulasikan sikap kelompok tersebut mengenai negosiasi yang sedang berlangsung.

Ia menekankan bahwa tuntutan Perlawanan untuk gencatan senjata, penarikan pasukan dari Gaza, dan bantuan kemanusiaan harus diakui sebelum membahas masalah tawanan.   

Mardawi menyatakan, dalam menanggapi usulan "gencatan senjata dua hari" yang diajukan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

"Kami menuntut kesepakatan yang komprehensif dan jelas, dan kami tidak akan menerima fragmentasi dokumen dasar,” katanya.

Ia lebih lanjut menyatakan antisipasi kelompok tersebut terhadap hasil pertemuan Doha, yang mengindikasikan bahwa Hamas tengah menunggu hasil konkret dari diskusi tersebut. 

Mardawi menyimpulkan dengan menegaskan, "Jika musuh tidak mengumumkan persetujuannya terhadap usulan tersebut, kami tidak akan menyetujuinya terlebih dahulu."

 

DK PBB Gelar Sidang Darurat untuk Bahas Serangan Israel Terhadap Iran

Dewan Keamanan PBB akan menggelar rapat darurat pada hari Senin (28/10/2024) waktu setempat.

Ini menyusul surat yang dilayangkan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Presiden Dewan Keamanan pada hari Sabtu (26/10/2024).

Dalam surat tersebut, Abbas Araghci mendesak badan dunia tersebut untuk mengambil sikap tegas terkait serangan Israel terhadap Iran pada Jumat (25/10/2024).

Tidak hanya itu, Araghci juga mengecam tindakan Israel dan menyebutnya sebagai ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional, dikutip dari Iran International.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved