Kupi Beungoh
Menghargai Guru Kita
Guru merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian, pengetahuan, dan keterampilan seseorang.
Mereka harus mampu menguasai dan menjalani peraturan yang telah ditetapkan, dan mereka juga harus memikirkan kesejahteraan diri dan keluarganya. Tak dipungkiri, kalau saat ini, masih banyak guru-guru yang mengabdi dengan ujrah yang tak layak.
Guru pastinya memikul beban besar, tapi tekad mereka adalah kesuksesan anak didiknya, dan mereka harus mengedepankan manajemen rasa dalam mendidik atau mengajar.
Namun, dalam proses belajar mengajar sedikit banyak pasti ada gesekan, baik itu dengan siswa, wali siswa, sesama guru, komite, atasan atau lingkungan terkait lainnya.
Karena mereka juga manusia, maka sepatutnya saat mereka bersalah atau ada metode yang diterapkan tidak cocok dengan prinsip kita dalam mendidik anak anak, jadilah insan yang bijak, jangan kasari mereka, jangan hujat mereka apalagi sampai berurusan dengan pihak hukum.
Apabila ada kesalahan mereka atau mungkin ada di antara mereka yang lalai akan tugas mulia itu, sampaikan dengan cara yang baik untuk perbaikan. Kesalahan dan kekurangan mereka kiranya dapat diselesaikan dengan baik-baik.
Sewajarnya saja saat mereka salah atau khilaf kita tak langsung murka ke mereka, tahan sejenak emosi itu atas ribuan kebaikan yang telah mereka lakukan untuk anak anak kita, karena guru juga manusia seperti kita yang tentu ada salah.
Apalagi di zaman seperti ini, kita yang semakin acuh, kalau bukan mereka siapa lagi yang akan peduli dan mendidik anak-anak kita.
Berbagai kekurangan, hambatan dan rintangan telah dijalani oleh para guru dalam pengabdian untuk memajukan pendidikan anak anak kita, tak mereka keluhkan saat kondisi pahit, maka sewajarnya kalau tak bisa membantu jangan hina apalagi menyakiti mereka.
Semestinya sebagai orang tua/wali anak yang dididik oleh tangan-tangan dingin mereka menjadi benteng terdepan untuk peduli kepada guru, membela mereka, berbisik kepada pemangku kepentingan akan kesejahteraan mereka, bukan malah cacian dan tangan melayang ke mereka.
Maka hargai dan muliakanlah guru, semua mereka dan bagi mereka yang telah tiada, langitkan doa dan alfatihah, berterima kasihlah kepada mereka para guru yang telah membantu mengajar dan mendidik kita dan anak-anak kita, jasa mereka jangan diukur dengan rupiah, dan semoga semua para guru mendapatkan kesejahteraan yang lebih di masa mendatang.
HGN, Penghormatan untuk Guru
Hari Guru adalah momen penting untuk merayakan dan mengapresiasi peran guru dalam pendidikan dan pengembangan generasi muda.
Melalui dedikasi mereka untuk memberikan pendidikan, menanamkan etika, dan membimbing siswa dalam menghadapi tantangan hidup, mereka memiliki peran besar dalam membentuk masa depan negara.
Perlu diketahui meskipun peran guru sangat strategis, seringkali mereka kurang mendapatkan penghargaan yang sebanding dengan kontribusinya.
Hari Guru seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk menghargai lebih banyak profesi ini, tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan dukungan nyata dalam bentuk peningkatan kesejahteraan bagi mereka apalagi honorer.
Baca juga: Dek Fadh: Angkat Guru Honorer Jadi PPPK Tanpa Tes Sebagai Penghormatan Pengabdian
Selain itu, perayaan Hari Guru juga dapat menjadi ajang refleksi bagi para guru untuk terus berkembang, berinovasi dalam metode pengajaran, menyesuaikan dengan kondisi hari ini serta membangun hubungan yang baik dengan siswa.
| Dari Thaif ke Aceh: Makna Isra Mikraj di Tengah Bencana |
|
|---|
| Jaga Marwah USK: Biarkan Kompetisi Rektor Bergulir dengan Tenang dan Beradab |
|
|---|
| Banjir Aceh yang Menghapus Sebuah Kampung |
|
|---|
| Serambi Indonesia Cahaya yang tak Padam di Era Digital |
|
|---|
| Ekoteologi Islam: Peringatan Iman atas Kerusakan Lingkungan dan Bencana Ekologis Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jusnaini-Hasni-M-Ed-adalah-Dosen-Universitas-Teuku-Umar-UTU.jpg)