KUPI BEUNGOH
Transformasi Demokrasi Pilkada Aceh 2024
Dari hasil perolehan angka tersebut, kita akan memaklumi mengapa Mualem - Dek Fad bisa unggul.
Oleh: Islamuddin, ST dan Yunidar ZA*)
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah berlangsung pada 27 November 2024 dengan sukses dan aman.
Pilkada serentak di Aceh terlaksana secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).
Dalam tahapan Pilkada Aceh kali ini terjadi musibah duka masyarakat Aceh atas berpulangnya Tgk. Muhammad Yusuf dengan sapaan Tu Sop ke Rahmatullah.
Ulama kharismatik yang membumi dan disenangi berbagai kalangan ini, berpulang pada, Sabtu (7/9/2024) di Jakarta.
Meninggalnya Ayah Sop ini sekaligus menjadi ujian sangat besar bagi bakal calon gubernur Aceh, Bustami Hamzah.
Untuk diketahui, nama Bustami sempat melambung setelah menggandeng Tu Sop atau Ayah Sop sebagai bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya dalam Pilkada 2024.
Dalam proses selanjutnya, posisi yang ditinggalkan oleh almarhum Tu Sop ini diisi oleh Fadhil Rahmi, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) periode 2017-2023 asal pemilihan Aceh.
Paslon ini diusung oleh Partai Nasdem, Golkar, PAN, PAS Aceh, dan PDA.
Pada proses awal, sebelumnya Alm. Tu Sop sempat digadang-gadang menjadi calon Wakil Gubernur mendampingi Muzakkir Manaf atau yang akrab kita panggil "Mualem".
Baca juga: Dua Dekade Tsunami Aceh: Tumbuh Dari Luka, Menuju Pemulihan
Namun jelang hari H pendaftaran konstelasi politik berubah.
Mualem kemudian memilih Fadhlullah yang akrab dipanggil “Dek Fad” Alumni Dayah Jeumala Amal, sebagai Cawagub Aceh untuk menemaninya dalam kontestasi kali ini.
Pasangan ini diusung oleh Partai Aceh, PNA, Gerindra, PKS, PPP dan PDIP.
Dinamika dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh 2024 “pertarungan’ kontestasi juga terasa pada sisi sistem pemilu, dengan adanya kelompok kepentingan yang ingin mendorong untuk satu pasangan calon saja.
Terindikasi adanya upaya dorongan ke arah calon tunggal dalam Pilgub Aceh 2024.
| Ketika Darurat Mengaburkan Akuntabilitas: Catatan Kritis Tata Kelola Bantuan Bencana |
|
|---|
| Demokrasi yang Diringkas: Pilkada dalam Cengkeraman Elite |
|
|---|
| Refleksi HAB Ke-80 Kemenag Pasca Bencana Aceh-Sumatra: Sinergi Umat Dan Kemajuan Bangsa |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan |
|
|---|
| Bencana Banjir Aceh, Urgensi Pelukan Hangat Lintas Sektoral |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Islamuddin-ST-dan-Yunidar-ZA.jpg)