KUPI BEUNGOH

Transformasi Demokrasi Pilkada Aceh 2024

Dari hasil perolehan angka tersebut, kita akan memaklumi mengapa Mualem - Dek Fad bisa unggul.

|
Editor: Faisal Zamzami
Kolase Serambinews.com/ Istimewa
Islamuddin, ST dan Yunidar ZA 

Dalam hal ini kita patut memberi apresiasi tranformasi hal tersebut pembangunan perdamaian yang lebih baik, karena proses internalisasi dalam perdamaian abadi bukanlah hal yang mudah.

Dinamika yang dulu kita dengar di lapangan, kini justru lebih menarik terjadi di panggung debat yang sempat menghebohkan Aceh.

Dimana perkara microphone wireless yang sangat kecil, bisa mempengaruhi aturan tata tertib KIP Aceh.

Bahkan berujung pada dihentikan debat ketiga dan ditiadakannya debat ulang untuk kontestasi Pilgub Aceh.

Isu money politic dan sembako yang santer pada Pilkada serentak 2024 kali ini pada pelaksanaannya pun tidak terlalu berpengaruh.

Hal tersebut dapat kita lihat dalam masyakat, pemberitaan media, medsos bahwa pada kontestas pilgub Aceh tidak ada nampak foto atau rekaman penampakan pemberian uang maupun sembako pada masyarakat dari para paslon.

Pada pilkada tingkat kabupaten/kota tentu masih banyak terdapat hal tersebut namun kali ini cenderung lebih "rapih" dan tidak vulgar.

Bahkan pengaruhnya tidak terlalu signifikan terhadap para pemilih.

Baca juga: MPU Apresiasi Sikap Om Bus-Syech Fadhil Tak Jadi Gugat Pilkada ke MK

Hasil Pilkada Aceh

Pilkada Aceh menghasilkan beberapa kejutan untuk kita untuk Pilgub Aceh paslon Muzakir Manaf – Fadlullah, berdasarkan Real Count sementara 30/11/2024 meraih peroleh suara sebesar 53,27 persen sementara Bustami - Fadhil Rahmi meraih 47,73 persen suara.

Dari hasil perolehan angka tersebut, kita akan memaklumi mengapa Mualem - Dek Fad bisa unggul.

Popularitas Mualem yang mengakar, mesin Partai Aceh yang ada hingga ke pelosok gampoeng (desa), serta dukungan partai penguasa Gerindra yang menempatkan Dek Fad sebagai calon Wakil Gubernur, maka kemenangan tersebut sudah diprediksi banyak orang.

Akan tetapi kejutannya adalah pada perolehan angka 47 persen yang diraih paslon Bustami-Fadhil.

Ini sebuah angka yang signifikan, karena semula banyak orang memperkirakan, suara Ombus-Syech Fadhil hanya "mentok" di angka 30 % .

Paslon Bustami-Fadhil yang popularitas yang jauh daripada paslon Mualem-Dek Fadh, serta mesin pemenangan yang belum terstruktur solid, kuat dan teruji seperti PA, maka kami memandang ada semangat lain dari masyarakat Aceh yang memberi suara pada Bustami-Fadhil.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved