Breaking News

KUPI BEUNGOH

Menuju Aceh Selatan Maju dan Produktif

Kali ini saya juga memiliki 5 pegangan dan keyakinan bahwa 2 sosok pemimpin ini bisa membawa Aceh selatan maju & produktif.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Sekretaris Umum Gerakan Pemenangan Mirwan & Baital Mukadis (GeMANIS) Banda Aceh-Aceh Besar, Darlis Aziz 

Oleh: Darlis Aziz

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) telah usai dilaksanakan pada 27 November 2024 yang lalu.

Pasca pesta demokrasi yang memakan biaya hampir Rp 50 Miliar tersebut ada satu pertanyaan kritis yang menarik untuk ditanyakan kepada seluruh masyarakat Aceh Selatan dimanapun berada. What Next?

“Das Sein Das Sollen” dalam istilah bahasa Jerman yang mengistilahkan mengenai bagaimana kita seharusnya melihat realitas yang ada dan bagaimana seharusnya kita mewujudkan ekspektasi perubahan kita di masa-masa yang akan datang. 

Allah SWT dalam Surat Al-Anfal ayat 53 menyampaikan ‘warning’-Nya mengenai apa-apa yang telah wujud sebagai Nikmat-Nya yang diberikan secara berlimpah di atas permukaan bumi ini tidak akan memberikan manfaat apapun, jika dan hanya jika, kita sendirilah yang tergerak untuk bisa melakukan upaya merubah nikmat yang telah diberikan itu (SDA/SDM) agar bisa di pergunakan (utilitisasi) dalam bentuk yang lebih produktif.

Pasangan Calon (Paslon) Pilkada yang memenangkan kontestasi Pilkada Aceh Selatan 2024 lalu H Mirwan MS., SE, M.Sos sebagai Bupati, dan H Baital Mukadis, SE (Pasangan MANIS) merupakan Pemimpin terpilih yang akan memimpin Aceh Selatan selama 5 tahun kedepan untuk periode 2025-2030.

Sebagai paslon yang mengangkat Visi  untuk mewujudkan Aceh Selatan Maju, Produktif, dan Madani ini, kita berharap adanya sebuah terobosan baru dalam pengejewantahan visi itu dalam sebuah platform kerja yang strategis dan taktis sehingga stigma yang tidak mengenakkan seperti ‘Aceh Keselatan’, yang diplesetkan sebagai “Aceh Ketelatan” tidak lagi kita dengar dalam perbincangan hari-hari di berbagai sudut ruang dan waktu negeri pala ini.

Tentu dalam rangka mewujudkan 11 misi dan 38 program kerja strategis yang menjadi janji politik paslon ini bukanlah tugas ringan.

Mengingat 38 program kerja strategis ini juga harus dipertanggungjawabkan karna akan menjadi pegangan oleh masyarakat dan akan di evaluasi nantinya ketika masa kepemimpinan mereka berakhir.

Sebagai kabupaten induk yang dibentuk pada tahun 1948 lalu, kabupaten Aceh Selatan yang awalnya mulai dari Babah Rot Hingga Subulussalam, sekarang dibatasi dari Labuhanhji Barat Hingga Krueng Luas Kec. Trumon.

Kabupaten yang berpenduduk 240 ribu jiwa ini memiliki luas 4175,37 km2, menempati kabupaten terluas ke-5 di Aceh dengan potensi Sumber Daya Alam  (SDA) yang unik dan berkualitas tinggi. 

Sebagai daerah penghasil rempah alami berkualitas tinggi; sebut saja nilam Aceh selatan merupakan satu produk penanda geografis spesifik dimana nilam Aceh selatan memiliki kandungan yang kaya dan aroma spesifik, dengan angka produksi mencapai 1.8 juta ton pertahun, potensi ini harusnya bisa menjadi salah satu sumber keberkahan terbesar bagi negeri tuan tapa ini.

Belum lagi jika kita menyebutkan pala, cengkeh, serai wangi, bahkan sarang walet.

Maka tak pelak Aceh Selatan berhasil keluar sebagai juara umum pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 yang mengangkat tema tentang kejayaan jalur rempah tahun 2023 lalu.

Bicara potensi daerah, tak hanya dalam bidang SDA, namun termasuk sumber daya lain seperti SDM, dan sumber daya peninggalan sejarah tak benda termasuk dalam hal keragaman kebudayaan, Aceh selatan merupakan salah satu utk tidak mengatakan “satu-satunya “ daerah yang memiliki keberagaman asal-usul yang kaya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved