Senin, 13 April 2026

Kupi Beungoh

Bahasa Aceh : Bukan Sekedar Kata, Tapi Jejak Martabat Rakyat Aceh. Jangan Biarkan Lenyap!

Jika tidak ada intervensi serius, bukan tidak mungkin dalam 2-3 generasi mendatang, bahasa Aceh hanya akan menjadi catatan sejarah.  

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Adam Juliandika, Mahasiswa Pascasarjana S2 Magister Hukum Tata Negara Universitas Abulyatama Aceh   

*) Oleh: Adam Juliandika

BARU-baru ini, UNESCO menetapkan Bahasa Aceh sebagai bahasa yang "rentan" atau terancam punah.

Padahal, bahasa ini adalah salah satu kekayaan budaya Aceh yang telah hidup selama ratusan tahun, menjadi identitas masyarakat, dan bahkan menjadi simbol perlawanan selama masa konflik.

Namun, di era globalisasi, bahasa Aceh semakin tersisih oleh tekanan bahasa dominan seperti Bahasa Indonesia dan Inggris.

Jika tidak ada intervensi serius, bukan tidak mungkin dalam 2-3 generasi mendatang, bahasa ini hanya akan menjadi catatan sejarah.  

Akar Masalah: Mengapa Bahasa Aceh Terancam?

1. Dominasi Bahasa Indonesia dan Asing 

Globalisasi telah membawa pengaruh besar pada preferensi bahasa generasi muda. Menurut data BPS Aceh (2019), 78 persen anak usia sekolah di kota besar seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe lebih nyaman menggunakan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari.

Bahasa Inggris juga semakin dianggap sebagai "tiket" untuk bersaing di dunia kerja.

Sebaliknya, penggunaan Bahasa Aceh hanya bertahan di daerah pedesaan dan kalangan usia tua.  

2. Modernisasi dan Perubahan Nilai Sosial

Urbanisasi dan gaya hidup modern menggeser nilai-nilai lokal.

Banyak orang tua kini lebih bangga jika anaknya fasih berbahasa Indonesia atau Inggris daripada Bahasa Aceh.

Seperti dikatakan antropolog Teuku Kemal Fasya, "Bahasa Aceh mulai dianggap kuno, sementara bahasa nasional dan asing diidentikkan dengan kemajuan" (Kompas, 2021).

Fenomena ini diperparah oleh minimnya representasi Bahasa Aceh di media massa dan platform digital.  

3. Lemahnya Peran Pendidikan dan Kebijakan

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved