Jumat, 15 Mei 2026

Kupi Beungoh

Bahasa Aceh : Bukan Sekedar Kata, Tapi Jejak Martabat Rakyat Aceh. Jangan Biarkan Lenyap!

Jika tidak ada intervensi serius, bukan tidak mungkin dalam 2-3 generasi mendatang, bahasa Aceh hanya akan menjadi catatan sejarah.  

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Adam Juliandika, Mahasiswa Pascasarjana S2 Magister Hukum Tata Negara Universitas Abulyatama Aceh   

Meski UU No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara mengamanatkan pelestarian bahasa daerah, implementasinya di Aceh masih setengah hati.

Bahasa Aceh hanya diajarkan sebagai muatan lokal di sebagian kecil sekolah, tanpa kurikulum yang sistematis.

Bandingkan dengan Bali, di mana Bahasa Bali diwajibkan hingga tingkat SMA.

Peneliti bahasa Taufik Abdul Hakim menyebut, "Kebijakan yang tidak afirmatif membuat bahasa daerah hanya menjadi pajangan" (Jurnal Linguistik Indonesia, 2020).  

4. Generasi Muda yang Terputus dari Akar

Survei Dinas Pendidikan Aceh (2022) menunjukkan bahwa 65 % remaja Aceh berusia 15-24 tahun kesulitan memahami peribahasa atau kosa kata tradisional dalam Bahasa Aceh.

Mayoritas mengaku lebih sering menonton konten berbahasa Indonesia di TikTok atau YouTube daripada mendengarkan cerita rakyat dalam bahasa ibu.  

Solusi (disarankan) Menyelamatkan Bahasa Aceh dari Kepunahan  

1.Integrasi ke Sistem Pendidikan

Pemerintah Aceh perlu memperkuat Perda No. 5/2019 tentang Bahasa, Tulisan, dan Sastra Aceh dengan memasukkan Bahasa Aceh sebagai mata pelajaran wajib dari SD hingga SMA.

Contoh sukses bisa diadopsi dari Suku Maori di Selandia Baru, yang berhasil menghidupkan kembali bahasa mereka melalui program "Kohanga Reo" (Sekolah Bahasa Ibu).  

2. Revitalisasi melalui Media dan Teknologi

Kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan platform digital seperti Aceh TV atau Rapoet Haba perlu ditingkatkan.

Pembuatan podcast, lagu, atau serial animasi berbahasa Aceh bisa menarik minat generasi muda.  

3.Insentif bagi Penutur Aktif

Pemerintah bisa memberikan penghargaan atau beasiswa kepada pelajar yang aktif menggunakan Bahasa Aceh dalam esai atau karya seni.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved