Opini
Free Free Palestine!
KETIKA wisuda Universitas Malikussaleh, 14 Januari 2025, penulis sempat membawakan lagu “Free Free Palestine” bersama Band Frontline.
Mahmoud Darwish sendiri salah satu penulis yang menjadi saksi atas kekejaman Israel. Kampung kelahirannya, Birwa, Galilea, kini telah menjadi wilayah pendudukan Israel. Pada umur tujuh tahun, 1948, selama perang Arab-Israel, ia bersama keluarga harus keluar dari kampung yang dihancurkan Zionis, dan akhirnya menetap di Lebanon.
Novel Memory for Forgetfulness sebenarnya tidak sepenuhnya fiksi. Novel itu menggunakan indeks pembantaian pengungsi Palestina di Lebanon, Shabra dan Shatilla, sebagai narasi genosida yang mengerikan saat itu. Novel ini menggunakan konsep identitas, pengasingan dan kenangan atas tanah Palestina. Darwish mengeksplorasi tema kehilangan dan ketahanan dengan prosais dan puitis, mendentam ingatan sebagai penderitaan sekaligus kekuatan.
Hari ini kita lihat, meskipun Gaza telah hancur sehancurnya, warga Gaza tetap kembali ke tanah kelahiran. Mereka dengan tegas menolak proposal Presiden Donald Trump agar meninggalkan Gaza selama masa rekonstruksi, karena daerah itu sudah tak layak ditinggali.
Tak ada yang bisa dilupakan atas penjajahan tanah bersejarah itu. Tidak ada yang layak disebut “hanya sepetak hak agraria”, sehingga bisa direlokasi. Trump mengajak Mesir, Yordania, dan Indonesia untuk menampung warga Gaza, tapi kebijakan itu terlihat anekdotal. Karena dari semua tanah Palestina (Gaza, Tepi Barat, dan Yerussalem Timur) di dalamnya telah berlumur darah dan keringat, beringsut ingatan warga Palestina. Termasuk wilayah yang telah dicaplok pascapendudukan 1948 (Kiryat Gat, Betlehem, Jenin, Jericho, Hebron, dan Tel Aviv yang menjadi ibukota negara Yahudi itu).
Sesungguhnya, gencatan senjata ini tidak akan menjadi jalan perdamaian bagi Palestina. Penyerangan yang mulai masif di beberapa tempat pascagencatan senjata menunjukkan situasi bisa berubah menjadi buruk kembali.
Beberapa faktor peredam bisa terjadi karena situasi Amerika Serikat pascakebakaran Los Angeles yang merugikan AS lebih Rp2.459 triliun atau US$ 150 miliar.
Demikian pula kerugian pembiayaan Israel akibat perang yang tidak berhasil dimenangkannya meskipun Rp1.057 triliun dana telah dikeluarkan. Namun, pemicu lain juga ada ketika Trump telah melakukan pelepasan pembelian 900 kg bom ke Israel yang sempat ditahan oleh Joe Biden.
Di sinilah momentum percepatan harus dilakukan oleh semua anak bangsa, baik muslim atau tidak. Upaya mendorong kemerdekaan Palestina harus diwujudkan, seperti disuarakan Prabowo di forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 Developing 8 (D-8) di Mesir, 19 Desember 2024.
Presiden Indonesia ke-8 itu dengan lugas mengkritik negara-negara Timur Tengah yang melempem atas krisis di Palestina dan Suriah tanpa sikap konkret. Kritiknya sempat membuat pedis telinga, termasuk Recep Tayyib Erdogan yang memilih walk out dari forum.
Di sinilah sirkulasi energi harus dikonsolidasikan dengan beragam cara. Belum konkret komitmen kebangsaan Indonesia selama Palestina belum merdeka. “Maka penjajahan di atas dunia (termasuk di Palestina) harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”, sebagai mana pembukaan UUD 1945.
| Masa Depan Pertanian Aceh Pascabanjir |
|
|---|
| Transformasi Digital dan Stabilitas Makroekonomi Mesin Penggerak Pertumbuhan Ekonomi |
|
|---|
| Polri sebagai Penopang Harapan di Tengah Bencana |
|
|---|
| Belajar Sabar dari Aceh yang Terluka |
|
|---|
| Saat Pemimpin tak Hadir di Tengah Bencana: Dilema Etika Antara Hak Personal & Tanggung Jawab Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pengamat-Politik-Universitas-Malikussaleh-Unimal-Teuku-Kemal-Fasya.jpg)