KUPI BEUNGOH
Ikhtiar UINAR Menuju World Class University
UINAR Banda Aceh sedang menyiapkan diri untuk menjadi salah satu universitas bergensi di dunia, dan masuk dalam World Class University.
Dalam hal ini penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala, sebagaimana yang sudah dan akan diupayakan dengan Atdikbud KJRI di Jeddah dan Atdikbud KBRI Riyadh di Arab Saudi dan Atdikbud KBRI di Canberra, Australia,untuk mempertemukan para ahli dan peneliti dari berbagai negara dan memperkuat skema riset, pertukaran budaya dan bahasa serta KKN internasional.
Untuk membantu hal ini, di tengah kondisi dunia yang tidak mudah, UINAR idealnya akan menyediakan dana bagi penelitian ilmiah, membentuk kelompok riset, dan unit paten hasil penelitian serta membentuk scientific dan academic chairs secara bertahap.
Saat ini UINAR sedang menjajaki kemungkinan kolaborasi dengan pemerintah Uni Emirat Arab dan Mubadala Investment Company serta beberapa kampus dan kedutaan besar di USA, Jepang, Jerman, Prancis dan Turki dan CSR Perusahaan Asing untuk menambah porsi beasiswa dan pertukaran akademik mahasiswa internasional dengan berbagai program mulai dari pertukaran mahasiswa, dosen, visiting professor, dan pengiriman staf ke luar negeri serta memperkuat kehadiran UINAR di platform-platform online, seperti website universitas, media sosial, dan basis data publikasi ilmiah, untuk meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas informasi tentang UINAR. Hal ini juga erat kaitannya dengan reputasi akademik pegawai, dosen, mahasiswa dan juga kualitas luaran dan keterserapan alumni.
Kedua, strategi pendirian kampus dengan infrastruktur yang representatif. Para pimpinan dan stakeholders di UINAR harus mempunyai perhatian besar untuk peningkatan kualitas fasilitas, terutama infrastruktur yang diperlukan untuk memfasilitasi penciptaan keunggulan akademik dan pendidikan seperti kelas internasional dan perpustakaan digital berbasis kecerdasan buatan dan fasilitas olahraga dan asrama mahasiswa yang nyaman. Hal ini tentu saja sangat penting bagi para akademisi, peneliti dan mahasiswa internasional.
UINAR harus memiliki laboratorium canggih yang memadai sangat penting untuk menghasilkan karya ilmiah dengan kaliber akademis yang tinggi. Fasilitas di setiap fakultas di UNAR harus memiliki standar yang tinggi, ramah difable, berbasis IT dan ruang belajar yang berstandar internasional.
Baca juga: Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia selama Ramadhan 2025
Selain itu, UINAR harus mempunyai inovasi dalam hal kurikulum, dengan pendekatan pedagogi yang inovatif, memastikan penyediaan fasilitas untuk pembelajaran aktif berorientasi OBE dan Student Center, pembelajaran berbasis kebutuhan pasar, serta kerja tim dan pembelajaran berbasis tehnologi informasi dan keterampilan kolaborasi.
Di sini, prodi di UINAR khususnya Prodi S1 Psikologi, S1 Bimbingan Konseling Islam dan S1 Pendidikan Konseling diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengakomodir kaum difabel untuk berkuliah dan bahkan mendapatkan fasilitas pendidikan dan teknologi bantu yang layak di kampus.
Ketiga, strategi internasionalisasi yang relevan dan tepat. UINAR harus membentuk “The International Advisory Board”. Salah satu Langkah yang harus dilakukan oleh UINAR untuk mencapai status universitas kelas dunia adalah pembentukan Dewan Penasihat Internasional.
Adapun Tujuan dari IAB adalah untuk meninjau, mengevaluasi, dan memperkenalkan ide-ide inovatif dan analisis yang diambil dari pengalaman dan keahlian dari otoritas akademik dan industri internasional untuk membantu UINAR dalam meningkatkan status akademik dan pendidikannya.
Dengan pondasi ini, ikhtiar membangun jaringan dan kerja sama internasional. Disinilah tata kelola dan cara pandang terhadap kerja sama harus dikoreksi tidak lagi berbasis MoU dan MoA, namun lebih berbasis tindak lanjut. Aktivitas dan aksi apa yang dijadikan portofolio keunggulan kompetitif untuk bekerja sama baik pertukaran sumber daya, fasilitas dan sarpras, keuangan maupun bentuk penguatan institusi dan jejaring.
Salah satu bentuk Kerja sama yang harus dibangun adalah kerja sama berupa kelaborasi penelitian dan pengabdian yang dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Kolaborasi antara atau di antara para peneliti dari UINAR dengan kampus di luar negeri menjadi sangat penting untuk membangun citra kampus go international.
Saat ini UINAR telah membangun kerja sama dengan universitas luar negeri regional Asia dan Australia, serta dengan berbagai negara donor dari Eropa dan Amerika.
Meskipun jumlah mahasiswa internasional di UINAR masih relatif belum merata dari sisi keterwakilan negara, seiring dengan fokus lamanya di Asia Tenggara, maka reorientasi rekrutmen dan insentif bagi mahasiswa internasional perlu divariasikan kembali.
Demikian juga dengan pola rekrutmen, skema pembelajaran, dan juga mekanisme kerjasama mulai dari pertukaran, rekognisi pembelajaran lampau dan juga pembiayaan studi dengan UKT Kerjasama dan pembayaran (installment) yang lebih mudah.
Baca juga: Ibu Simpan Jasad Putrinya 6 Tahun di Apartemen, Nyalakan AC Terus sampai Jadi Mumi
Pilihan untuk menjaga ketersinambungan keberadaan mahasiswa internasional yang ditargetkan meningkatkan dari 90 menjadi 157 dalam dua tahun kedepan membutuhkan kejelian membangun kerja sama internasional lintas lini yang diharapkan meningkat sampai berjumlah 16 kerja sama pada tahun 2026. Maka dengan itu, prinsip kreatif, kolaboratif dan kompetitif dalam menjadikan pusat layanan internasional, kantor admisi dan kantor humas menjadi lini depan dalam mencapai target WUR membutuhkan waktu dan dukungan semua pemangku kepentibgan di kampus.
Terakhir, dalam hal ini, kemauan kuat dan kepemimpinan universitas memainkan peran penting dalam memastikan bahwa perubahan menuju keunggulan internasional dapat dicapai dengan mengembangkan strategi yang dimiliki oleh universitas dan dengan menyediakan formula yang tepat dari reputasi akademik, peningkatan akses sarpras dan fasilitas serta skema internasionalisasi yang tepat untuk implementasi mencapai harapan yang diinginkan bersama.
Dengan demikian harapan agar UINAR menjadi kampus energi kebangsaan dan menjadi simbol sinergi membangun negeri di dunia internasional dengan daya saing, akses dan relevansi yang khas bisa terwujudkan.(*)
PENULIS *)
- Prof. Dr. phil. Saiful Akmal, MA, adalah Ketua Pusat Layanan Internasional (PLI), UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
- Dr.iur Chairul Fahmi, M.A, adalah Alumni Georg August University, Goettingen, Jerman, PLI Network Koordinator untuk Eropa.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
UINAR Menuju World Class University
Opini tentang UIN Ar-Raniry
Saiful Akmal Ketua PLI UIN Ar-Raniry
Chairul Fahmi PLI Network Koordinator untuk Eropa
Opini Kupi Beungoh
| Antara Kebijakan dan Kriminalisasi: Membaca Kasus Gus Yaqut dengan Jernih |
|
|---|
| Dari Thaif ke Aceh: Makna Isra Mikraj di Tengah Bencana |
|
|---|
| Jaga Marwah USK: Biarkan Kompetisi Rektor Bergulir dengan Tenang dan Beradab |
|
|---|
| Banjir Aceh yang Menghapus Sebuah Kampung |
|
|---|
| Serambi Indonesia Cahaya yang tak Padam di Era Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Saiful-dan-Chairul.jpg)